Cara Orang Jawa Timur Berbagi


Saya menemukan keragaman budaya justru saat menikah dengan seorang pria yang berasal dari Jawa Timur empat tahun silam. Suami berasal dari Malang tetapi mukim di Gresik dan sebagai seorang isteri tentunya saya langsung angkut koper turut suami. kendatipun telah mukim di Jakarta selama puluhan tahun. Sebagai orang yang berasal dari Jawa Tengah, saya terbiasa dengan…

Bu Renggo, Pahlawan Ketahanan Pangan Kalangan Kaum Marjinal


Pagi itu masih pk 7 pagi tapi orang sudah berderet di bagian depan rumah bu Renggo, pemandangan rutin setiap pagi bahkan hari Minggu. Rumah berlantai dua di gang sempit perumahan padat itu, bagian bawahnya dipakai bu Renggo sang pemilik untuk berdagang pecel dengan beberapa ubo rampenya. Seperti bakwan goreng, tempe dan tahu bacem, bihun goreng….

Menghadapi Perceraian


Menjalani hidup itu seperti mengemudi perahu di lautan lepas. Kadang berjalan lancar saat angin berhembus searah dengan tujuan dan deburan ombak menemani perjalanan. Tapi tidak jarang gelombang besar disertai topan dan badai menghadang. Dan kitapun tidak yakin apakah kita akan bertahan melewatinya. Begitulah yang saya rasakan saat memutuskan untuk mengakhiri pernikahan dengan suami. Mana ada…

Good Bye 2015, Optimizing 2016


Finally tahun 2015 tamat dan kelar. A rough and tough year actually. Dari awal tahun sampai dengan bulan April merupakan perjalanan manis, promising tapi juga penuh keraguan. Sudah lama aku ingin melepaskan dia tapi dia terlalu berkuasa. Tiap kali aku ingin melangkah pergi, dia menarikku kembali. Tapi suatu hari dia melepaskanku pergi tanpa kata Sebenarnya…

Merayakan Duapuluh Empat Tahun Cinta di Dalam Pesawat


Awal September lalu seorang sahabat mengundang kami berempat ¬†untuk merayakan ulangtahunnya. Pertemanan yang berawal di bangku kuliah fakultas hukum sebuah universitas negeri di Depok tiga puluh tahun silam. Hari Minggu, kami berkumpul di gedung LIA Pramuka sebelum meluncur bersama ke resto Taman Santap Rumah Kayu di Ancol. Kami sepakat untuk naik mobil Ita. Sebenarnya saya…

Memetik Hikmah Doa


  Realita hidup, bahwa semakin hari kita semakin dililit masalah. Rasanya persoalan begitu menumpuk, tiada habisnya, menenggelamkan kita pada kubangan penderitaan tak berkesudahan. Seakan hidup menjadi sedemikian suram, menoleh ke kanan masalah, melirik ke kiri hujatan, lihat ke bawah pendapatan pas-pasan, pas tengadah ke atas‚Ķatasan mengancam PHK. Kita mulai menuruti persangkaan untuk berputus asa dari…