Ada Kebaikan Pada Setiap Potong Bika Bogor Talubi


Berwisata ke Bogor termasuk acara favorite bagi saya dan teman-teman  setamat kuliah dan mulai bekerja.  Penghasilan sudah ada walaupun tidak berlebihan membuat Bogor selalu jadi kunjungan wisata akhir pekan. Kotanya yang sejuk dengan tempat unggulan wisata Kebun Raya Bogor ditambah tersedianya aneka kuliner yang sedap dan unik merupakan kombinasi daya tarik Bogor. Apalagi jarak tempuh dari Jakarta tidak terlalu lama karena melalui tol Jagorawi. Pernah kami sudah berada di Bogor sekitar pk 07 pagi dan sarapan soto daging Bogor di pinggir rumah orang sebelum lanjut masuk ke Kebun Raya Bogor yang suasananya rindang  menenangkan.  Sembari rebahan di rerumputan beratap langit cerah kami berlima puas saling curhatan asa dan cinta wanita muda. Curhat berjam-jam membuat perut mulai kosong kembali, lagi-lagi kami keliling kota untuk mencari santap siang macaroni panggang dilanjutkan makan asinan Bogor di tempat yang berbeda  sebelum akhirnya kami kembali ke Jakarta. Tentunya tidak lupa  membawa roti unyil Venus serta asinan buah sebagai oleh-oleh khas Bogor. Memang orang Bogor sangat kreatif dan piawai dalam mengolah kuliner  makanya ada berbagai jenis kuliner yang masing-masing memiliki eksistensi sendiri. Lucunya biarpun sepanjang jalan selalu menemui pedagang Talas namun kami tak pernah membelinya sebagai oleh-oleh sepertinya ketika itu yang terpikirkan adalah ribetnya mengolah Talas.

jembatan
Dokumen Pribadi

Tahun berjalan, kami mulai disibukkan dengan kehidupan masing-masing dan jarang bertemu.  Jajanan khas  Bogor yang mulai banyak menyerbu Jakarta membuat saya tidak terlalu merindu kulinernya lagi. Roti unyil, toge goreng dan asinan Bogor sudah hadir di Jakarta bahkan secara rutin saya mendapat kiriman kue lapis talas Bogor dari tetangga yang dibeli dari suatu toko kue di Jakarta. Saya jadi sadar, ternyata jika penganan itu ada di depan mata tingkat kebutuhan kita akan penganan tersebut jadi menurun. Seperti yang terjadi pada kripik singkong pedas Mak Icih yang pernah jadi penganan online fenomenal. Cara penjualannya yang unik membuat kripik Mak Icih selalu diburu. Ketika kripik Mak Icih mulai masuk minimart, pemiliknya mengakui bahwa omset penjualannya malah menurun.

Bogor kembali menyeruak dalam benak ketika suatu hari saya harus menghadiri resepsi pernikahan mantan di  Botani Square, Bogor. Jangan bilang wow ya soalnya kendatipun putus, kami masih bersahabat hingga kini. Kali ini  jalan sendirian dan memilih moda transportasi commuter line, sumpah langsung  takjub dengan kereta yang bersih dan modern, demikian juga dengan stasiun yang ada. Perjalanan ke tempat tujuan dilanjutkan dengan ojek online. Yang bikin wow tuh pas memasuki halaman mall tersebut, sepanjang jalan ke dalam dipenuhi pedagang jajanan kaki lima yang tertata rapih dengan dagangannya yang menggoda. Untung saya bisa sampai ke Function Hall dengan kuat iman tanpa mampir dulu ke deretan pedagang kaki lima itu karena ternyata hidangan yang tersaji dalam resepsi juga banyak yang merupakan kuliner khas Bogor.

Kenangan akan Bogor membuat saya tidak langsung pulang ke Jakarta usai resepsi sebab saya ingin berburu oleh-oleh khas Bogor yang belum dijual di Jakarta, kata “belum dijual di Jakarta”  penting digaris bawahi tentunya karena buat apa berburu ke Bogor jika di Jakarta sudah ada. Makanya sebelum ke resepsi sang mantan, saya sudah melakukan sedikit pencarian info melalui Google. Dan nama Bika Bogor Talubi muncul menimbulkan rasa penasaran. Kali ini saya akan mengunjungi toko Bika Talubi yang terletak di Jalan Raya Pajajaran No, 20 M ( telpon 088809022992 ) lokasi yang strategis karena merupakan jalan yang kita lewati jika akan masuk toll menuju Jakarta.

Ada dua toko Bika Talubi lainnya yakni di:

  • Jalan K.H. Soleh Iskandar No. 18 B, Bogor. Telpon 0882121463951
  • Jalan Raya Gadog ( sebelah rest area gadog ), Telpon 088219705626
etalasecemilan
dokumen pribadi

Masuk ke toko yang penataan ruangnya effisien dan rapih dengan rak display terbuat dari kayu menyisakan space cukup lega bagi pelanggan dalam bergerak melihat dan memilih kuliner yang ada. Saya pun mulai kepo bertanya-tanya pada mbak penjaga toko yang ramah. Mulai dari bahan dasar pembuatannya Bika Talubi yang dibuat dari campuran talas dan ubi. Wah ini jelas beda dengan bika ambon yang beredar di pasaran selama ini. Bika yang kita kenal umumnya berbahan utama tepung terigu. Ada beberapa varian rasa dari Bika Talubi:

  • Bika Bogor Talas : varian ini didominasi talas asli, berwarna keungu-unguan alami
  • Bika Bogor Coco Pandan : dengan rasa pandan, berwarna hijau khas daun pandan
  • Bika Bogor Nangka : yang ini dengan rasa buah nangka dengan warna khas nangka kekuningan
  • Bika Bogor Ubi Madu : dengan dominan ubi madu, berwarna kuning alami
etalasebika
dokumen pribadi

bikapandan

Harganya Rp. 35.000,-/ kotak. Selain dalam varian satu rasa ternyata tersedia juga Bika Talubi mini yang imut dan eye catching. Saya langsung capcus beli beberapa dos yang kemasan mini sebab kemasan yang ini paling cocok dengan kondisi keluarga yang hanya beranggota dua orang yang suka bermalas-malasan mengunjungi meja makan. Kemasan mini berisi 10 potong dibandrol Rp. 29.000.- yang tinggal lep ini cocok banget deh bagi keluarga kami. Tak ketinggalan ada juga brownies kukus yang menggoda dengan topping butter cream dan parutan keju. Belum lagi  kripik talas yang menggoda.

lapisbogor
dokumen pribadi
kripiktalas
dokumen pribadi

Usai membayar pesanan, saya duduk di salah satu dari dua bangku yang tersedia sembari mencicipi Bika Talubi Mini…. teksturnya berongganya lebih lembut dari bika yang ada di pasaran, tidak berminyak dan manisnya terasa halus tidak menampar di lidah …. Benar-benar lembutnya menggoda untuk tambah dan tambah lagi.

bikamini3
dokumen pribadi

Usai menikmati sepotong bika mini, saya mengorder ojek online. Cilakaa 13 aplikasinya malah error, beberapa kali dicoba tidak berfungsi. Akhirnya saya menelpon Customer Care Ojek Online dan pihak CS berusaha meyakinkan bahwa aplikasi mereka tidak bermasalah di kota Bogor. Seorang mbak yang bertugas di toko Bika Bogor Talubi menghampiri dan menawarkan bantuannya memanggil ojek online melalui Smartphonenya. Wah disapa demikian tentunya saya senang sekali. Ternyata aplikasi ojek online tersebut juga  bermasalah di smartphone si mbak. Saya menyerah dan memutuskan untuk naik ojek konvesional yang ada demi bisa segera ke stasiun kereta.

“Jangan mbak, naek ojek konvensional mahal. Kita coba aplikasi ojek online brand yang lain ya,” si Mbak mencoba aplikasi ojek online yang lain….berhasiiil, saya nyaris memeluk si mbak yang baik hati. Sikap ringan tangan dalam menolong ini merupakan nilai tambah dari toko Bika Talubi ini. Sayapun meluncur menuju stasiun dengan ringan hati.

Sesampainya di rumah, ada sekotak bika mini dihantarkan pada tetangga. Selain tentunya juga ada yang dinikmati bersama di rumah. Keesokan harinya saya lihat dari balik pagar ada seorang pemulung berseliweran. Sepertinya dia pemulung baru di kompleks kami soalnya bisa dikatakan beberapa pemulung yang bersliweran umumnya membawa gerobak. Sementara pemulung yang satu ini berusia lanjut berjalan menyeret sebelah kakinya dengan tangan kiri tertekuk berpakaian cukup rapi dan bersandal tertutup memanggul sebuah karung plastik minim isi. Dengan kondisinya yang demikian, saya membayangkan beliau pasti survivor stroke.  Saya memanggil bapak pemulung dan memintanya menunggu sejenak. Keluar menghampiri sembari membawakan sekotak Bika Mini Talubi serta uang recehan, bapak pemulung dengan terharu menerimanya. Yang mengejutkan adalah saat saya berpaling untuk masuk kembali ke rumah, si bapak berucap, “Saya sedang sakit begini, anak  tidak mau mengurus.”

bikamini1

Saya terdiam sejenak sebelum menghampiri beliau, “Bapak, hal demikian tidak bisa dihindari dan kiranya jangan disesali serta terus menerus dipikirkan. Yang penting bapak harus berdamai dengan diri sendiri supaya tidak terlalu membebani pikiran dan kesehatan ya Pak. Bergantunglah pada sang Pencipta yang kasih sayangNya abadi.”

Bapak itu mencoba mencerna dan mengangguk.

Sungguh pengalaman bersama Bika Talubi mengajarkan pada saya bahwa ada kebaikan pada setiap potong bika.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s