Sebuah Penghormatan pada Mas Kurir JNE


JNE Ekspress Bagi saya berhubungan dengan JNE Ekspress itu sudah merupakan suatu kebutuhan. Bahkan tiada hari tanpa JNE Ekspress. Ya pastinya begitu, wong saya berbisnis Online Shop. Tiap hari selalu ada pelanggan yang membeli dagangan secara online. Berarti pengiriman juga dilakukan tiap hari. Rasanya hubungan antara Online Shop (OS) dan perusahaan jasa ekspedisi adalah hubungan simbiosis mutualisme, suatu hubungan saling membutuhkan, mendukung yang pada akhirnya  menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bahkan data bicara bahwa omset dari perusahaan jasa ekspedisi dalam melayani bisnis OS adalah sebesar angka APBN negeri ini. Wow sebuah angka yang fantastis kan. Makanya JNE  Ekspress mengadakan Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) pada tanggal 26 – 27 November 2016 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke 26.Lumayan banget buat saya saat JNE Ekspress membebaskan ongkos kirim antar kota Jabodetabek. Ada 55 kota lain yang mendapatkan fasilitas bebas ongkos kirim dalam kota.

Tak heran jika pengalaman saya dalam memanfaatkan jasa JNE lumayan banyak. Semuanya berawal saat saya menawarkan beberapa handphone baru yang merupakan hadiah ke suatu grup jual-beli di Facebook. Peminat langsung berjibun, fixed order dan semua minta dikirim pakai JNE.

paket
koleksi pribadi

“Packing kayu ya sis, ini sudah saya bantu cek tarifnya. Saya transfer harga barang plus ongkir jadi XX rupiah ya.”  Salah seorang pembeli menyarankan. Sedikit bingung kenapa semua pada minta pengiriman pakai JNE Ekspress dan packing kayu kok murah banget. Bagaimanapun saya segera meluncur ke gerai JNE Ekspress yang cukup dekat dengan rumah. Pemiliknya seorang ibu yang dibantu anak gadisnya yang baru saja menamatkan kuliah. Ternyata ongkir yang disebutkan pembeli saya benar alias tidak ada biaya tambahan untuk packing kayu.

Kirim hari ini, besoknya sudah sampai. Pengalaman baik ini membuat  saya jadi memahami mengapa para pembeli memilih JNE, sayapun mulai memakai JNE Ekspress secara regular seiring dengan antusiasme pribadi mengembangkan bisnis OS. Setapak demi setapak langkah bisnis OSku  akhirnya menemukan pencapaian yang luar biasa saat sebuah e-commerce baru datang dengan serangkaian penawaran perlengkapan dapur serta rumah tangga berkelas dengan harga miring masih ditambah fasilitas free ongkir se Indonesia. Gelaran dagangan di Facebook baik di akun pribadi maupun dalam grup-grup yang saya ikuti bersambut positif. Banyak yang membeli bahkan ada yang dalam partai besar untuk dijual kembali. Di sini saya juga melihat respon pembelian yang tinggi dari warga yang mukim di daerah pelosok  bahkan Indonesia  kawasan Timur serta Barat yang sebenarnya membutuhkan barang berkualitas, apa daya ongkos kirim cukup tinggi jika ditanggung sendiri.

“Terimakasih kakak, kami jadi bisa memiliki barang-barang berkualitas tanpa merogoh kocek terlalu dalam,” demikian ucapan terimakasih yang disampaikan pada saya.

Dibalik terkirimnya paket bagi saudara-saudara yang tinggal jauh tersebut terungkap kisah mengharukan dari perjuangan para mas kurir sebagai petugas ujung tombak dari JNE. Bayangkan saja ternyata ada kantor cabang JNE yang letaknya 45 km bahkan 60 km dari alamat tujuan yang berada di kawasan Indonesia Timur. Jangan bayangkan jalan yang ditempuh semulus jalan tol Jagorawi. Jalannya ajrut-ajrutan serta turun naik berkelok-kelok. Tambahan lagi saat sampai di sana ternyata kantor tujuan sudah tutup, tidak ada petugas yang jaga dan sinyal handphone pun tidak masuk. Alamak betapa perjuanganmu mas kurir. Untungnya saat pelanggan bersangkutan komplen, saya dengan mudah bisa tracking melalui website JNE. Tidak cukup tracking, saya masih menghubungi Customer Care dari JNE karena  memerlukan nomor kontak kantor cabang JNE terkait. Nomor segera saya sampaikan pada pelanggan yang bisa berkordinasi dengan mas kurir untuk mendapatkan barangnya.

jne

Ternyata bukan hanya di kawasan Indonesia Timur saja masalah pengiriman memerlukan perjuangan. Ada lagi kisah di Jawa Timur, misalnya untuk pelanggan saya yang mukim di Kencong, Jember. Ternyata Kencong itu terletak 30 km dari kota Jembernya. Jadi ketika mas kurir sampai di alamat tujuan yang merupakan sebuah SMP, dia sudah kucel dan lemas. Untung bu guru penerima paket pengertian, beliau mengajak mas kurir makan sore nasi kotak ayam bakar. Belum cukup itu, bu guru masih membekali mas kurir dengan sekotak nasi ayam bakar lagi, “Buat bekal di jalan, mas.”

Pernah juga handphone saya berdering jam 9 malam dari mas kurir JNE cabang kota Malang, dia sudah mencari alamat  tujuan tapi belum juga menemukan. Memang alamatnya di suatu desa yang masih    masuk wilayah kota Malang. Beberapa kali menelpon calon penerima namun tidak diangkat. Jadilah saya menghubungi inbox Facebook dari pemesan yang sedang bekerja di Hongkong untuk menghubungi saudaranya yang mendapatkan hadiah darinya itu. Memerlukan waktu namun akhirnya menjelang pukul 10 mas kurir bisa bertemu dengan penerima. Duh saya dan pemesan barang sampai takjub dengan dedikasi mas kurir.

Kesulitan menemukan si penerima tidak hanya terjadi di daerah pelosok. Bahkan di Jakarta juga ada kejadian yang menurut saya rada drama juga. Berdasarkan tracking, saya lihat barang sudah sampai di TKP yang berupa kampus dan diterima oleh salah satu petugas satpam. Admin e-commerce meminta response dan saat saya konfirmasi pada pelanggan, dia menyatakan belum terima. Malam sekitar pk 08.00 telpon saya berdering dari mas kurir yang sudah mendatangi kampus dan mencari pak satpam penerima. Pak satpam kebetulan tidak berjaga pada shift malam, mas kurir mencoba menelpon penerima namun telpon tidak aktif. Jadilah saya juga menelpon penerima yang memang tidak aktif itu. Ada tiga nomor selular dipergunakan mas kurir, saya membayangkan mas kurir minta tolong pada teman-temannya yang punya pulsa, sebab suara yang menghubungi beda-beda. Lagi-lagi saya terenyuh pada dedikasi para kurir itu, akhirnya saya mengirim pesan lewat inbox FB. Paginya si penerima baru membalas, “Saya ketiduran, apa salah mematikan Hp?”

Issh pingin dicocol pakai sambal saja membaca reaksinya. Saya jelaskan bahwa semalam ada tiga kurir yang berusaha konfirmasi dengannya.

“Sudah beberapa hari ini saya tidak masuk kantor karena sakit, Barusan saya telpon ke kampus, ternyata barang sudah disimpan ibu sekretaris.” Demikian penjelasannya yang membuat saya mengelus dada. Lah dia yang gak masuk kampus kok bilangnya belum terima barang. Pernyataan yang membuat para kurir kelabakan. Sekali lagi saya salut pada dedikasi para kurir.

Masih banyak cerita mengenai dedikasi para kurir. Namun ada suatu pengalaman pribadi yang bagi saya cukup menyentuh. Saat saya membeli barang dan menunggu kedatangannya. Karena sudah hafal bahwa REG berarti barang sampai dalam waktu 1-2 hari, mana tracking serta telpon sudah dilakukan memastikan bahwa barang akan diantarkan hari itu maka sayapun menanti kedatangannya. Jam demi jam berjalan, barang belum juga datang. Pihak customer care meyakinkan bahwa barang akan diantar kendatipun malam menjelang. Saya duduk di teras menanti ada sebuah sepeda motor dengan kantung paketan berhenti namun dia tidak mampir. Akhirnya malam makin larut, sayapun beranjak istirahat.

Keesokan harinya saya langsung menelpon dan melacak hingga kantor cabang terdekat dengan alamat. Setelah terhubung langsung dapat konfirmasi barang dalam jadwal pengantaran pertama. Tak lama petugas kurirnya datang, masih culun mungkin baru saja menamatkan SMA. Membuat saya teringat pada anak sendiri. Kurir tersebut menjelaskan bahwa kemarin sudah di depan rumah saya namun tidak yakin bahwa itu alamat yang tepat. Lagi-lagi dia tidak menelpon bahkan SMS. Dia hanya bisa nyengir-nyengir malu-malu saat saya singgung masalah SMS. Saya minta no handphone, dia sempat bingung, “Buat apa bu?”

“Nanti biar Ibu isikan sedikit pulsa ya, biar melancarkan tugasmu hari ini.”

Sekali lagi dia senyum-senyum sembari berterimakasih.

Online Shop, JNE Ekspress dan para kurir adalah suatu lingkaran rantai bisnis yang  saling mendukung dan menumbuh kembangkan bisnis serta penghasilan.

banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s