Bakso di Malang Memang Top Markotop


Pesawat Citilink yang saya tumpangi dari Jakarta mendarat mulus di bandara Juanda. Saya membeli tiket pesawat langsung melalui websitenya.Sementara itu keluarga sudah menanti di luar area kedatangan bandara.

Dua minggu lalu sebuah urusan  membuat saya kembali ke Jakarta. makanya pas kembali ke Jawa Timur langsung ingin melanjutkan dengan jelajah Jawa Timur, kali ini ke Malang. Sudah 3 tahun ini kami  tinggal di  Gresik setelah hijrah dari Jakarta yang sudah bertahun kami tinggali. Begitu mukim di Gresik, kami sekeluarga seperti terjangkit penyakit excitement dan tidak pernah melewatkan waktu 2 hari libur kerja  ayah dalam seminggu untuk menjelajah kota-kota di Jawa Timur.

Perjalanan dari satu kota ke kota lain di Jawa Timur membuat saya menemukan fakta menarik bahwa biarpun banyak kuliner khas  tapi bakso selalu hadir di tiap kota. Dan tidak seperti di Jakarta yang baksonya bisa jadi penuh campuran terigu dan tapioka. Bakso di Jawa Timur berasa banget dagingnya…gurih dan yummy. Bukan saja karena campuran baksonya yang top markotop tapi kuahnya juga ngaldu banget penuh dengan tulang bersumsum dan daging tetelan. Bahkan di pelosok kampung nan sepipun, baksonya memiliki kualitas yang syedaap.

Bakso 1

Nah jadwal kunjungan ke Malangpun bukan hanya menikmati aneka tempat wisata serta sejuknya kota Malang Tapi sudah dijadwalkan untuk berburu kuliner baksa.

Kepiawaian olah rasa para juru masak bakso di Malang membuatnya  sukses merambah kota-kota besar Indonesia. Outlet restaurant Bakso Kota Cak Man yang asli Malang ini bertebaran di Jakarta. Sementara Bakso Malang Karapitan yang outletnya juga bertaburan di Jakarta biarpun dimiliki warga  Bandung – tetap dengan cita rasa Malang yang kental. Tidak hanya kelas restaurant, gerobak-gerobak menjajakan Bakwan Malang banyak mewarnai jajanan kaki lima di beragam kota termasuk Jakarta. Bakso atau Bakwan nih? Saya semula juga sedikit bingung kenapa ada dua istilah ini padahal barangnya sama. Ternyata berawal dari pengertian Bakso itu bahan utamanya daging babi maka menyesuaikan dengan ketentuan agama Islam, daging babi diganti daging sapi dan terlahirlah nama Bakwan Malang. Namun di Malang sendiri, saya lihat penggunaan nama Bakso lebih dominan dan umumnya memakai daging sapi. Beberapa tayangan wisata kuliner pada waktu yang nyaris sama mengunjungi Malang dan bakso President selalu menjadi tempat yang dikunjungi dan mendapat pujian. Bakso President sendiri berawal dari tahun 1977 saat Abah Sugito menjual bakso dengan gerobak keliling. Setelah berkembang menjadi resto bakso, nama Bakso President tetap dipertahankan dan makin berkibar hingga saat ini. Konon Bakso President merupakan satu-satunya resto bakso yang masuk dalam Google Map, Indonesia Travel.

Bakso2

Kami tidak mampir ke bakso President karena kami bukan penikmat kuliner mainstream #halah. Kali ini kami mengunjungi bakso di muka SMP 9 Malang. Tempatnya bersih dan cukup luas biarpun hanya berupa warung tenda. Sistim pelayanannyapun unik karena memakai sistim self service.Tiap pembeli bebas memilih dan mengisi mangkuknya sendiri. Saat itu warung lengang karena jam pelajaran sekolah sedang berjalan. Saya jadi membayang bagaimana suasana warung bakso saat waktu istirahat belajar tiba, apakah para pelajar itu akan berebutan dan bagaimana juga dengan sistim pembayaran ala pengakuan dosa, apakah efektif berjalan di sana?

bakso5

Cuaca yang panas waktu itu membuat saya tidak tertarik untuk menyantap makanan berkuah panas. Ayah mengisi mangkuk baksonya dan dengan semangat menyantapnya tidak perduli keringat menetes.

bakso6
Dia kemudian menyarankan saya untuk mencoba Bakso Bakar. Ternyata di balik tenda warung bakso itu ada kegiatan membakar bakso yang menarik. Bakso telah rapi tersusun dalam tusukan panjang, satu tusuk muat nyaris 20 bakso. Kita tinggal memesan berapa jumlah bakso yang ingin kita santap. Usai dibakar sembari diolesi bumbu kecap, bakso dilepas dari tusukannya dan disusun dalam mangkok serta ditaburi bawang goreng. Rasanya tidak kalah maknyus dengan bakso resto.

Jika menghitung bahwa Ayah sudah lulus SMP sekitar25 tahun silam maka berarti warung ini juga sudah lama berdiri. Apalagi menurut ayah sudah sering jajan bakso ini sejak masih kecil dan belum masuk SMP 9 tersebut. Ayah berbincang akrab dengan pemilik warung yang ternyata sudah mencapai generasi ketiga ( cucu ). Keluarga besar mereka memiliki beberapa warung bakso lain di lokasi berbeda.

Berani jujur, ternyata tetap untung.



Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s