Reksadana Syariah – Investasi Halalan Thayyiban




Soal reksadan syariah sudah dengar sejak cukup lama tapi tak pernah memperhatikan soalnya,  c’mon what could we’re expected from a limited choices of investment due to syar’i rules?. Sampai bulan lalu mendapat penawaran investasi unit link dari seorang agen Commonwealth Life ( biasanya paling malas dapat telpon dari agen asuransi ). Namun kali ini hal-hal yang membuat saya menyimak penawarannya antara lain:

  1. Proporsi investasinya tinggi sejak tahun pertama, tidak seperti unit link lain yang biasanya membebankan biaya akuisisi asuransi hingga tiga tahun pertama .
  2. Biarpun tidak membeli rider ( tambahan) asuransi kesehatan tapi jika kita terserang penyakit yang termasuk dalam 53 penyakit kritis maka uang pertanggungan dan nilai investasi akan cair.

Wah penawaran yang menarik kan? Makanya saya mengulik lebih jauh melalui website perusahaan yang mayoritas pemegang sahamnya adalah Asing dan menemukan fakta menarik. Ada 8 pilihan unit link yang pengelolaannya dilakukan 6 Manajer Investasi terkemuka, antara lain Schroeders, Panin Asset Management, BNP  Paribas, Ashmore, First States Investments dan Batavia Prosperindo.  Dan yang performancenya paling berkibar karena memberikan return tertinggi  ternyata  unit link syariah.

Whaat? Saya langsung kepo dan ingin tahu lebih dalam mengenai reksa dana syariah. Masalah unit link Commonwealth Life disimpan dulu soalnya ada teman yang jadi agen di FWD mulai jualan “kecap”. Katanya, “ Habis Lebaran , FWD bakalan meluncurkan Unit Link pure Syariah.”

Emangnya yang CommLife ga pure syariah? Kan sama-sama pakai Schroeders,  jawab saya.

“Yah ntar lihat aja deh,” kecap makin semangat dijual. Oke deh demi persahabatan dan syariah

Jadi apa yang membedakan  Reksadana biasa dengan Reksadana Syariah?

Efek Syariah adalah efek sebagaimana diatur dalama Undang-Undang Pasar Modal yang akad, cara dan kegiatan usaha yang menjadi landasan penerbitannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal.

Pastinya kegiatan usaha dibatasi. Termasuk dalam kategori  yang tidak sesuai dengan prinsip syariah  antara lain perusahaan-perusahaan yang memproduksi minuman keras, rokok. Juga bank yang berbasis sistim bunga/ riba. Juga perusahaan yang kegiatan bisnisnya jual-beli resiko  yang mengandung unsur ketidakpastian seperti asuransi konvensional.

Selain ditinjau dari core business , masih ada batasan ketat lainnya.  Yakni masalah rasio keuangan dimana ada 2 syarat. Dimana rasio antara total utang yang mengandung bunga  dibandingkan dengan total asset maksimal 45 persen, demikian juga rasio natara pendapatan yang tidak sesuai syariah seperti pendapatan bunga maksimal 10% dari total pendapatan. Ya iyalah, masa dana orang-orang yang investasi cuma ditaruh di bank, terus manajemen perusahaan kipas-kipas tidak kerja.

Wah membaca rambu-rambu syariah yang ketat ini, hati menjadi lega. Apalagi saat ini dalam suasana Ramadhan dan Lebaran, hati sedang insyaf. Tak ingin menyimpang dari ketentuan Allah, berapapun besarnya keuntungan yang diberikan reksadana non syariah.

OJK dan BEI secara regular tiap 6 bulan mengeluarkan daftar efek syariah. Daftar tersebut menjadi acuan untuk mengetahui saham dan obligasi yang sesuai syariah maupun yang tidak. Belum cukup demikian, masih ada  ada proses Cleansing yakni proses pembersihan  reksa dana syariah dari pendapatan yang sifatnya tidak sesuai dengan prinsip syaraiah dimana pendapatan tersebut akan dikeluarkan dari neraca dan digunakan untuk tujuan amal.  Huuuah ini mah fix reksa dana yang halalan thayyiban.

howmoneyindonesia
howmoneyindonesia.com

Perkembangan dari reksa dana syariah sungguh menggembirakan. Grafiknya naik cepat. Yah tapi jangan berpuas diri dulu soalnya dibandingkan dengan reksadana konvensional masih jauh sekali, padahal mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Perlu upaya dari pihak otoritas seperti OJK dan BEI juga para pelaku pasar seperti para Manajer Investasi untuk menggalakan penyebaran informasi mengenai eksistensi reksa dana syariah. Pendekatan pada komunitas-komunitas muslim seharusnya dilakukan. Misalnya dengan menjemput bola ke pesantren-pesantren. Jangan salah, dana-dana mereka cukup banyak.  Demikian juga perlu dilakukan edukasi pada siswa-siswa sekolah muslim apalagi mengingat minimum investasinya cukup Rp. 100.000.-/ bulan.  Bekerja untuk pemasaran dengan bank-bank syariah.

Selain itu mungkin  OJK  dan BEI bisa mengangkat duta reksa dana syariah. Sosoknya harus yang matang, tak harus ustads. Yang penting  cukup dikenal, bersih, Islami dan memiliki waktu serta energi untuk melakukan road show yang regular dan high speed.

Advertisements

2 comments

  1. eh, aku kok malah baru tahu ada reksadana syariah. sekarang semua syariah ya… wajib move on nih buat jauh-jauh dari riba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s