Emak Online #BahagiadiRumah


bahagia

Sepuluh tahun berkarir di suatu bank swasta, pemegang saham baru membeli bank tersebut. Lahirlah sebuah penawaran untuk pensiun dini dengan pesangon yang cukup menggiurkan. Sayapun mengambil paket pensiun dini tersebut karena sudah mengantongi penawaran dari bank lain. Namun usai resmi keluar dari bank tersebut dan menyambangi calon tempat kerja baru, entah kenapa bulu kuduk berdiri sendiri tanpa alasan. Sayapun menganggapnya sebagai pertanda semesta bahwa bekerja full time mungkin bukan pilihan yang tepat. Saya memutuskan untuk mencari pekerjaan partime agar bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

akulah penjagamu, Nak

Tak terlalu sulit mendapatkan pekerjaan partime di bidang keuangan. Bahkan ternyata pay offnya jauh lebih besar dibandingkan dengan kerja full time di bank. Lebih dari itu rupanya saya memang diarahkan mengawal pertumbuhan  putri tunggal yang ketika itu baru berusia 11 tahun. Masa SD terlewati dengan lancar tapi tidak demikian saat SMP. Beberapa teman yang sudah memiliki anak remaja pernah memberikan tips bahwa usia SMP adalah usia seorang tua menanamkan nilai-nilai pada anaknya. Sebab memasuki usia SMA, seorang anak sudah seperti seekor burung yang mengepakan sayapnya. Belum lagi pengaruh peer group yang dominan. Orangtua menjadi orang kesekian dalam hidup mereka. Tips yang tidak bisa saya abaikan karena anak-anak teman telah tumbuh menjadi remaja yang luar biasa.  Makanya saya lebih intense mendampingi  Ananda. Sesekali saat Ananda hang out dengan temannya di mall, saya mengatur meeting dengan klien di mall yang sama. Sehingga usai mereka jalan-jalan atau nonton bisa gabung dengan saya yang sudah selesai miting dengan klien. Biasanya kami makan bersama di café-café, saya lihat mereka sangat menikmati. Bahkan beberapa sampai mengatakan ingin memiliki mama seperti saya.

Suatu hari keceriaan Ananda surut, dia bahkan minta izin untuk tidak masuk sekolah sebab dia dimusuhi satu sekolah. Sampai terkejut saya mendengarnya, ”Memang semua murid sekolah itu mengenal Nanda?” Nanda sebenarnya sudah berkonsultasi pada guru BP tapi tidak mendapatkan penanganan yg semestinya. Maka saya memutuskan untuk memindahkan sekolah Nanda. Atas keputusan itu barulah saya dan Nanda dipanggil Kepala Sekolah. Ketika mendatangi sekolah itu seluruh siswa dari 3 lantai sampai keluar semua, disitu saya yakin bahwa Nanda mengalami bully yang cukup berat. Rupanya Kepala Sekolah sebenarnya sudah memahami masalah Nanda yang dimusuhi dua sahabatnya. Sahabat yang iri karena Nanda yang sekedar anak angkat mendapatkan limpahan kasih sayang yang luar biasa. Sementara mereka yang orangtuanya lengkap malah kekurangan kasih sayang. Alda yang bertemu ayahnya setahun sekali karena ayahnya Nakhoda, kekurangan perhatian dari ibunya yang disibukan dengan anak bungsunya yang menderita autis. Sementara Nungki malah mengalami nasib yang jauh lebih parah. Nungki nyaris dibunuh ayahnya saat memergoki sang ayah selingkuh. Duh Gusti, pupus sudah amarah dan berganti iba mendengar cerita mereka. Saya setengah yakin bahwa jika masih menjadi orang kantoran, deteksi masalah akan lebih lambat.

Bdua1

Semua kembali berbaikan, kasus selesai walaupun saya masih menyimpan kekesalan pada Kepala Sekolah yang baru bertindak karena khawatir kehilangan tunjangan BOS jika ada anak didiknya yang keluar. Akhirnya Nanda menamatkan pendidikan SMP dan mulai menapaki sekolah kejuruan Multi Media.

Aktif bersama Oldies

Pekerjaan freelance ini benar-benar menempatkan saya pada posisi  kantung aman, hati nyaman. Saya mengusahakan semua tugas kantor bisa selesai dalam tiga hari, sehingga memiliki waktu luang yang cukup banyak. Mulai menghadiri arisan kompleks. Sebelumnya saya hanya menyetor iuran arisan dan mendapatkan hak saya paling akhir karena tidak pernah hadir. Kelompok arisan yang ternyata unik, pesertanya ibu-ibu kompleks seumuran almarhum Ibu . Jadi semacam mengobati rindu akan sosok Ibu yang sudah tiada. Biar sudah oldies, para Ibu ini powerful loh. Mereka punya TK yang megah dan unit simpan pinjam. Mereka juga memberi santunan bagi warga kompleks yang sakit keras.

Let’s Get Online

Selain menikmati suasana oldies, saya juga bersosialisasi kekinian dengan menggeluti dunia blogging dan media sosial FB. Sungguh mengasyikkan bisa menulis macam-macam tanpa ada yang membatasi. Sayapun juga mencoba bergabung dengan grup-grup blogger. Beberapa kali mengikuti kegiatan kopdar serta kompetisi. Wah seru juga memasuki dunia pergaulan yang baru. Hingga suatu hari saya mendapat email yang menyatakan minat suatu penerbit untuk membukukan tulisan-tulisan saya yg ada di blog. Wow ini kejutan menyenangkan sekali.  Singkat kata bukupun terbit, bahkan berlanjut dengan buku-buku lain. Tak disangka profesi sebagai Penulis juga menjadi kekaguman bagi teman-teman Nanda bahkan hingga teman-teman kantornya (saat Nanda sudah bekerja) yang main ke rumah.

Kepalang basah berselancar di dunia medsos, saya mulai mencoba membuka Online Shop Dengan berkonsentrasi pada perkakas rumah tangga dan ternyata banyak yang suka. Ketika saya menjual sprei linen, selain customer perorangan. Bahkan sebuah resort juga memesan sprei untuk kamar-kamarnya.

Let’s Try the Recipes

Menjalankan seabrek kegiatan eh tetap masih banyak waktu, sehingga saya mulai turun ke dapur mencoba resep~resep yang sudah lama dikumpulkan. Mengeksekusi resep favorite (yang ini berasal dari tabloid Nova 2002),memotret hasilnya dan posting di medsos. Tak disangka masakan si pemula ini diapresiasi dan langsung banyak pesanan. Tabloid Nova memang penuh perayaan…..kali ini selain perayaan pada lidah juga perayaan pada kantong. Dirgahayu Novaversary

macaroni
Resep dari Nova 2002

Waktu berjalan terus, Nanda memasuki bangku kuliah dan kami membuat kesepakatan mengenai IPK yang harus dicapai serta masa kuliah yang harus diselesaikannya.Tadinya dia keberatan dengan pengaturan tersebut tapi saya berikan pengertian betapa kerasnya dunia lapangan kerja. Hanya lulusan dengan nilai yang baik yang diterima. Mau tak mau dia mengikuti aturan. Jadilah dia mahasiswa Kupu- Kupu alias Kuliah Pulang Kuliah Pulang.

Kegiatannya selain belajar ya membantu mempersiapkan orderan makanan. Nilai semesteran yang keluar membuat Nanda senang karena dia tidak pernah menyadari bahwa dia mampu mencapai nilai tinggi.

Arista
Nanda dan Lasagna

Get Married

Jika dipikir-pikir sungguh banyak pencapaian yang saya raih dengan bekerja di rumah. Hubungan dengan anakpun menjadi makin erat. Sosialisasi tumbuh penuh dimensi. Aneka sumber penghasilan juga berkembang. Nanda lulus sarjana, saya menikah dengan teman lama yang jumpa kembali melalui media sosial. Nanda menapaki dunia kerja, saya kembali memiliki anak perempuan kecil yang kehilangan sosok ibu kandung selamanya. Tinggal di Rumah ternyata membebaskan langkah dan membuat bahagia di rumah berkelanjutan.

 

Butet1
Berburu Endorsement Butet Kartaredjasa
Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s