Cara Orang Jawa Timur Berbagi


Saya menemukan keragaman budaya justru saat menikah dengan seorang pria yang berasal dari Jawa Timur empat tahun silam. Suami berasal dari Malang tetapi mukim di Gresik dan sebagai seorang isteri tentunya saya langsung angkut koper turut suami. kendatipun telah mukim di Jakarta selama puluhan tahun. Sebagai orang yang berasal dari Jawa Tengah, saya terbiasa dengan stereotip bahwa Jawa Timur masih serumpun budaya dengan Jawa Tengah namun dengan perilaku lebih lugas. Tak tahunya begitu sampai di sana malah menemukan kejutan demi kejutan berkaitan dengan budaya Jawa Timur. Lugas? bisa jadi tapi pertemanan di sana luarbiasa kentalnya dan ini berlanjut dalam semangat gotong royongnya yang luar biasa yang merupakan kejutan manis. Saat itu kami memutuskan untuk pindah ke rumah lebih besar, saya sedikit kebingungan akan ketersediaan tenaga yang mengangkut dan memindahkan barang selain dari petugas truk angkut. Suami dengan tenang menjelaskan, “Udah kamu sedia aja kopi dan rokok yang banyak.” Karena penasaran  sayapun bertanya, “emang ngundang mbah dukun atau superman?”. Suami menjawab, “Yang jelas kamu gak akan ketemu yang begini di Jakarta.” Ternyata pas hari H dia pulang membawa seabrek teman-teman pria. Dengan cekatan mereka membantu mengangkut barang-barang ke atas truk. Ikut naik ke atas truk sementara yang lain mengawal dengan kendaraan sampai ke rumah baru yang berjarak sekitar 300m dan membantu memasukan barang ke rumah sesuai layout yang sudah ditetapkan. Hal yang cukup melelahkan. Ketika rumah sudah rapih, mereka istirahat sembari ngopi dan merokok. Usai melepas lelah, mereka berpamitan dan meninggalkan kami yang berterimakasih. Bener juga kata suami, di Jakarta ga ada yang ginian.

Tak hanya di kota Gresik saja yang memiliki semangat gotong luar biasa. Saat kami travelling menyusuri berbagai kota sepanjang Jawa Timur, beberapa kali bertemu pemandangan perempuan baik sendiri maupun bersama-sama menyusuri pinggir jalan sembari membawa baskom bertutup kain serbet bersih. “Tau ngga mereka lagi ngapain?,” Tanya suami. Saya hanya menggeleng.

<img class=” size-full wp-image-3323 alignnone” src=”https://daveenaar.files.wordpress.com/2016/02/layat.jpg&#8221; alt=”Layat” width=”858″ height=”644″ /

Advertisements

3 Comments Add yours

    1. daveenaar says:

      ooh orang jawa timur? saya banyak belajar dari orang jawa timur..D
      .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s