Good Bye 2015, Optimizing 2016


Finally tahun 2015 tamat dan kelar.

A rough and tough year actually. Dari awal tahun sampai dengan bulan April merupakan perjalanan manis, promising tapi juga penuh keraguan. Sudah lama aku ingin melepaskan dia tapi dia terlalu berkuasa. Tiap kali aku ingin melangkah pergi, dia menarikku kembali. Tapi suatu hari dia melepaskanku pergi tanpa kata Sebenarnya ingin bertanya kenapa tapi rasa lega itu lebih dominan. Aku tak pernah menyangka rasa lega ini akan muncul sebab kau terlalu menakutkan bagiku. Kau menakutkan bagiku karena aku tidak melihat masa depan bersama. Tapi kau memaksakan. Well makasih atas kebersamaan yang berarti. Kehadiranmu di masa perpisahan ku dengan suami menguatkanku.

mamem

Setelah itu aku mengurus penjualan rumah Perdatam . Yang seharusnya mudah dipersulit oleh si ketua yang keras kepala.Kalau mau menuliskan lika-likunya bisa jad lima halaman sendiri deh. Waktu berlalu, semoga Januari ini bisa dieksekusi. Apalagi mengingat 4 dari kami yang 5 bersaudara sedang menganggur. Maka penjualan ini sangat berarti bagi kami berlima walaupun juga tidak tahu takdir apa yang menanti.

Dengan sisa uang dari penjualan kaveling di Gresik ingin kaki ini melangkah. Alangkah sedihnya ketika langkah itu ternyata salah. Dan harus mengejar dan terus mengejar penipu itu sampai tersadar bahwa aku ini sekedar di”perbudak” saja. Sibuk wara-wiri, sibuk ngomel-ngomel, hampir dipukulin dan buat siapa? Tagihanku cuma 5 juta dan kemana yang punya tagihan banyak? Diajak ngomel aja ga mau boro-boro diajak adu fisik. Finally aku memutuskan berhenti dan guess what? Uangku balik sendiri.

Hoho

Rasa-rasanya semua terfinalisasi itu di bulan April dan akupun memasuki periode mulai dari NOL. Mau jadi penulis eh fasilitas kurang. Ingat sekali periode itu-periode kehilangan laptop. Seorang penulis kehilangan laptop….apa kata dunia? periode paling mengenaskan deh. Untung ada breakthrough dah. Dan aroma kemenangan itu sudah terasa bahkan saat tulisan itu dibuat. Tarara….Sayangnya pada akhir periode pertandingan malah slip of the tongue.

Akupun mulai dari 0 berbisnis OnlinShop…..responsenya alhamdulillah Trial and error hingga akhirnya ketemu barang yang saleable. Container makanan/ minuman, BRA. peralatan dapur, seprei. Sampai datang tawaran untuk bikin toko offline dari investor sgala. Bukan satu tapi lima namun di lapangan, Masalahnya calon investornya ga punya attitude yang reliable. Gak mau nganter ke lokasi toko tapi mau menemui supplier sendiri….horok piye ceritane. Ya sutra dicancel aja deh padahal aku dah punya bisnis cadangan yang bakalan cetar membahana. Mana ada nilai sosialnya pula. Well, what I could say more selain elo-gue end.

Di periode 2015 ini aku berkenalan dengan sosok Rosi L Simamora yang penulis dan editor yang luar biasa telah menyelesaikan 30an buku sepanjang 2015. Aku jadi percaya bahwa menulis bisa dijadikan sandaran hidup.

Sebuah pengakuan dari temanku Kornelya Agus yang mukim di New York sungguh menohok ke uluhati, tahun 2015 dia menerima surat pernyataan pailit dari pengadilan memastikan bahwa tagihan mereka kepada perusahaan tersebut tak akan terbayarkan. Disusul dengan serangan jantung kedua kalinya dari sang suami. Ketika suami sembuh, gantian enu Nelly yang masuk rumah sakit. Membaca kisahnya bikin saya menangis, rasanya apa yang kurasakan ga ada seujung kuku dibandingkan dengan pengalaman enu Kornelya. Sementara aku sudah berkeluh kesah.

LANTAS BAGAIMANA DENGAN 2016?

Saya harus mulai dari yang paling awal yakni memahami apa yang dinginkan

Abundance

dari kita sebagai mahluk ciptaanNya. Sudah jelas menjadi orang yang mengabdi padaNya dan mendatangkan manfaat bagi sesama. Manfaat itu ga harus berbentuk uang. Seperti yang kurasa saat memberikan info kepada ibu tua mengenai Koran yang memuat lowongan kerja yakni edisi Sabtu, Pos Kota untuk lulusan SMA, Kompas untuk lulusan S1. Dan dia dengan semangat memelukku. Rasa nyaman yang kedua adalah saat aku memberitahukan tempat berpromo usaha di Jogja yang paling efektif kepada seorang entrepreneur muda perempuan , ucapan terimakasihnya bikin hati ini adem. Seperti juga saat aku infoin dia soal mencari pinjaman ke BRI.

Selain itu harus memperbaiki hablummina Allah….hubungan vertikal dengan sang Khalik harus makin dipertajam. Ada beberapa peringatan kuterima dari sang Khalik dan aku merasa peringatan yang datang begitu cepat mengartikan bahwa aku disayangiNya

Well sepertinya aku perlu banget menata sedini mungkin visi, misi dan goal setting. Road map untuk mencapai tujuan. Nah tujuannya apa kok malah sulit menterjemahkannya. Ingin ikutan i3 Network tapi harus memastikan dulu kalau portfolionya tidak merugikan customer. Selain itu Aku harus mempelajari produk dan sistim penjualan. Sebelum terjun ke dalam bisnisnya.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s