Belajar Bijak Kelola Keuangan Bersama Safir Senduk dan Sun Life


Saya merasa beruntung hadir di acara yang diselenggarakan Sun Life tanggal 01Agustus 2015 lalu. Acara yang merupakan amanah dari Pemerintah dalam hal ini OJK kepada perusahaan asuransi untuk memberikan financial literacy (pembelajaran keuangan ) kepada masyarakat umum. Sebelumnya Sun Life telah memberikan pembelajaran keuangan kepada para wanita pelaku bisnis UKM, para mahasiswa dan para siswa SMK dan sekarang giliran kami, para blogger. Kenapa blogger? Sebab blogger bisa merubah Indonesia. Dengan cara menuliskan pengetahuannya mengenai pengelolaan keuangaan dan mengupload dalam blognya. Dengan demikian pengetahuan tersebut akan menyebar merata pada masyarakat.

Sun Life

Sun Life Financial adalah perusahaan asuransi jiwa asal Kanada yang juga beroperasi di Indonesia. Sun Life telah berusia 150 tahun, jauh lebih tua dari usia Kanada sendiri. Sun Life masuk ke Indonesia pada tahun 1907 tapi karena ada Perang Dunia II maka Sun Life memutuskan untuk keluar dari Indonesia pada tahun 1942. Kendatipun keluar dari Indonesia, Sun Life tidak melepaskan tanggung jawab terhadap klien yang ditinggalkan. Ada sebuah polis di Indonesia yang diissued 60 tahunan lalu, tidak ada filenya di Indonesia namun dicari filenya di Kanada masih ada sehingga bisa diproses klaimnya.

Pada tahun 2012 Sun Life dinobatkan sebagai 100 global companies most sustainable artinya perusahaan yang paling bisa bertahan dan tumbuh berkelanjutan. Sun Life kemudian masuk kembali di Indonesia pada tahun 1995 dan saat ini memiliki performance keuangan sebagai berikut:

RBC 755%,   RBC Syariah 154%

Total Asset     Rp.   6.75 Trilyun

Total Klaim     Rp. 144,7 Milyar

Akhirnya setelah perkenalan singkat oleh ibu Elin Waty selaku Director and Chief Distribution Officer maka mulailah disampaikan sesi pembelajaran keuangan oleh Safir Senduk (seorang pakar perencana keuangan). Tema yang disampaikan adalah Bijak Mengelola Keuangan Untuk Profesi Blogger.

Safir Senduk membuka materi dengan pertanyaan siapakah yang paling kaya diantara 3 profesi berikut : karyawan, professional atau pengusaha. Karyawan adalah orang yang bekerja pada organisasi dan mendapatkan upah sebulan. Professional adalah orang yang bekerja memberikan jasanya dan mendapat pembayaeran atas tiap jasa yang diberikan. Makin banyak orang meminta jasanya makin banyak penghasilannya. Pengusaha adalah seorang yang memiliki bisnis , dari bisnis inilah si pengusaha mendapatkan penghasilan. Besar kecilnya penghasilan, sering tidaknya mendapatkan penghasilan bukan merupakan tolok ukur kekayaan. Ada orang yang penghasilannya penghasilannya 100 dan bisa menyimpan 30 tiap bulannya. Ada juga orang yang penghasilannya 1000 tapi habis semua. Dalam hal ini orang yang penghasilannya 100 dan bisa menyimpan 30 sebenarnya lebih kaya dari orang yang penghasilannya 1000 tapi habis semua. Karena kekayaan seseorang tergantung dari dana yang bisa anda investasikan. Lantas bagaimana seorang yang dengan penghasilan besar tapi habis semua. Dan dilain pihak, orang dengan penghasilan jauh lebih kecil bisa menyisihkan sebagian penghasilan untuk investasi?

otak kanan kiriPreferensi seseorang dalam mengelola uangnya sangat tergantung pada karakter. Dan karakter tersebut ditentukan oleh apa yang ada dalam kepala kita, yakni Otak. Dalam otak ada dua bagian besar, yakni otak kiri dan otak kanan. Jika otak kiri yang mendominasi maka berarti orang ini termasuk orang yang serius, banyak berhitung dan berpikir. Sementara orang dengan otak kanan yang mendominasi berarti orangnya cenderung santai, cenderung ingin menyenangkan orang lain.Berkaitan dengan pengelolaan keuangan, orang dengan otak kiri lebih senang berinvestasi serta menjaga menjaga keuangannya sementara orang dengan otak kanan cenderung lebih boros dan kurang berinvestasi. Apakah hal ini menjadi preseden yang buruk? Sama sekali tidak jika anda bisa mengatur pengeluaran anda.

Kiat mengatur pengeluaran adalah dengan mengetahui dimana titik keborosan kita dan kurangi pelan-pelan. Kendalikan keinginan anda. Cermati apakah barang yang akan kita beli merupakan barang yang yang wajib dimiliki, dibutuhkan atau sekedar ingin dimiliki. Jika barang tersebut masuk dalam klasifikasi yang wajib dimiliki atau dibutuhkan maka ada batasnya. Lain halnya dengan kategori yang diinginkan. Ingin itu tidak ada batasnya. Yang bisa kendalikan keinginan kita adalah diri sendiri. Dengan mengendalikan keinginan kita maka keborosan bisa dihentikan.

Tahap pertama menuju kaya adalah dengan mengelola arus keluar masuk (cash flow) uang penghasilan Anda. Dan cara paling tepat dalam mengelola cash flow adalah dengan:

  1. Miliki Investasi Sebanyak Mungkin,

Orang berpikir bahwa semakin besar gajinya maka dia makin sejahtera. Masalahnya adalah jika ia tiba-tiba tak bekerja lagi maka penghasilannya akan berhenti juga. Jadi kuncinya adalah jangan mengandalkan kesejahteraan dari besarnya gaji. Tapi andalkan pada Aset dalam hal ini asset produktif atau harta produktif. Harapannya adalah kelak asset produktif ini yang akan bekerja dan menghidupi kita. Lantas investasi apa yang layak untuk dimiliki?

  • Saham: Memiliki saham sama dengan memiliki bisnis tanpa banyak campur tangan di dalam. Pemasukannya dari dividend an capital gain (keuntungan ketika akan dijual kembali). 80% motivasi dari orang Indonesia membeli saham adalah untuk mendapatkan capital gain, akibatnya ketika harga saham turun maka langsung jantungan.  Sebaiknya seseorang membeli saham untuk mengharapkan dividend. Jadi saham harus di keep untuk jangka menengah atau panjang.
  • Manajer Investasi: Anda mempercayakan pengelolaan dana pada pihak ketiga yang memiliki keahlian di bidang ini. Reksadana dan Unit Link merupakan dua jenis produk Manajer Investasi. Reksadana dikeluarkan oleh perusahaan manajemen investasi sementara Unit Link dikeluarkan oleh perusahaan asuransi.Tips dalam memilih Manajer Investasi:-reputasi dari pengelola

    -kemana investasi diarahkan

    -prestasi di masa lalu

  • Properti: Ini jenis investasi terbaik kendatipun kurang likuid ketika akan dijual pasti memerlukan waktu. Tips dari Safir Senduk dalam membeli properti untuk investasi adalah “Beli properti untuk investasi, untuk disewakan saja. Jika suatu saat akan dijual makan laba penjualannya anggap sebagai bonus.”

Berikut tips untuk menyewakan properti menurut Safir Senduk:

  1. Frekwensi sewa pendek misalnya secara bulanan dengan demikian kita akan mendapatkan penghasilan rutin dan bisa melakukan penyesuaian harga sesuai pasaran dengan cepat. Ini beda dengan jika kita menyewakan secara tahunan,
  2. Sewakan ke banyak penghuni misalnya dengan membuka kos-kosan.

kontrakanSelanjutnya Safir Senduk juga mengingatkan supaya kita tidak tergiur dengan investasi bodong yakni investasi yang memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Memberikan bunga yang tinggi,
  2. Menjanjikan hasil tunai bulanan,
  3. Dijamin tidak akan rugi,
  4. Memberikan bonus jika ada member baru (member get member),
  5. Kalau disuruh presentasi maka skemanya tidak masuk akal.

Berdasarkan tahapan kehidupan manusia maka ada beberapa pos yang harus disiapkan dananya untuk masa depan:

  1. Pernikahan: Umumnya orangtua sudah mempersiapkan dana keluarga tapi jangan lupa orangtua memiliki beberapa anak. Tidak ada salahnya bagi anak yang akan menikah juga sudah mempersiapkan dana pernikahan,
  2. Kendaraan: Lebih berkaitan dengan pola kerja. Jadi tidak tiap orang butuh kendaraan,
  3. Rumah yang bisa dibeli secara tunai atau mencicil. Memang membeli tunai biasanya lebih murah karena developer umumnya memberikan diskon lagipula jika memcicil ada biaya bunga yang harus dibayar namun Safir Senduk menyarankan untuk mencicil saja sebab kenaikan harga rumah bisa menebus ongkos mencicil yang telah dikeluarkan. Sementara itu dananya bisa ditempatkan dalam instrument investasi lain yang menghasilkan.
  4. Dana Pendidikan Anak : jangan lupa biaya pendidikan sekarang makin mahal jadi persiapkan sejak dini apalagi untuk jurusan seperti kedokteran atau tehnik.
  5. Pensiun: manakala kita sudah tidak bekerja, kehidupan tetap membutuhkan uang. Dan pemasukan seorang pensiunan bisa didapat dari investasi surat berharga, sewa properti. Untuk itu persiapkanlah sebelum masa senja menjelang.

Hmmm banyak juga ya pos-pos yang harus dicadangkan dananya makanya ada 4 prioritas pengeluaran yang harus diperhatikan:

  1. 30% dari penghasilan untuk membayar cicilan, jika double income boleh sampai 40%,
  2. 10% dari penghasilan untuk tabungan dan investasi,
  3. 10% dari penghasilan untuk membeli premi asuransi,
  4. 50% dari penghasilan untuk biaya hidup.

Safir Senduk menyarankan untuk membeli asuransi agar bisa mengcover pengeluaran tak terduga yang besar berkaitan dengan kesehatan dan jiwa. Safir Senduk mengungkapkan membeli asuransi ibarat membeli payung, tidak menjamin akan turun tapi menjamin Anda tidak akan basah kalau ada hujan.

asuransi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s