Membangun Bisnis Online Shop di Bulan Ramadhan, Mengembangkannya Usai Lebaran


Ada sebuah rencana yang akan  saya lakukan di bulan Ramadhan kali ini. Bukan tentang ibadah tapi bukan karena mengabaikan ibadah sebab ibadah Ramadhan tetap yang paling utama dijalankan. Ini tentang memanfaatkan energi yang tercurah di depan monitor PC. Memanfaatkan media sosial yang setiap saat dikunjungi ….

Tak dipungkiri lagi bahwa saat ini internet menjadi transportasi utama untuk bermacam informasi, berinteraksi bahkan bertransaksi. Ya, bertransaksi melalui internet telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Maka tak heran dunia Online Shop turut berkembang pesat. Berbelanja online menjadi alternatif belanja praktis. Tanpa keluar rumah; wara-wiri dari satu pertokoan ke pertokoan lain, bebas macet dan hemat waktu. Biarkan jemari dan mata yang berbelanja. Lihat, pilih, order dan bayar. Bahkan untuk membayarpun bisa melalui internet banking atau mobile banking. Usai membayar, tinggal duduk manis menunggu barang datang.

Geliat pertumbuhan bisnis OS ini juga tidak main-main. Untuk kwartal I tahun 2015 biaya pengiriman barang OS di wilayah Jateng sekitar Rp. 800 milyar. Jika diasumsikan nilai barangnya sendiri lima kali dari ongkos pengiriman maka paling tidak telah terjadi transaksi OS hingga Rp.4 Trilyun untuk wilayah Jawa Tengah saja selama caturwulan I tahun 2015. Dan akhirnya sayapun tergiur untuk berpartisipasi dalam hingar-bingarnya dunia OS. Apalagi sebenarnya saya sudah melakukan review dunia OS ini selama setahun. Yang tadinya sekedar menjadi pembali akhirnya ingin terjun langsung sebagai penjual. Saya memperhitungkan saat bulan Ramadhan adalah saat paling tepat untuk memasuki bisnis OS. Sebab biasanya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia selalu meningkat di bulan Ramadhan. Ramadhan adalah langkah awal dengan harapan OS ini bisa berkembang dan menjadi sumber penghasilan rutin di kemudian hari. Jadilah sejak awal bulan Juni saya memulai bisnis OS ini. Untuk sementara saya hanya memilih media sosial Facebook sebagai sarananya.

Arum ManisPerhitungan saya ternyata benar. Animo belanja para konsumen sangat tinggi di bulan Ramadhan, ini tentunya juga ditunjang dengan pilihan barang dagangan yang tepat dan unik. Penghasilan bersih Rp. 500 ribu segera tercapai dalam minggu pertama. Minggu selanjutnya hingga sepuluh hari sebelum Lebaran, penghasilan bersih OS mencapai Rp. 3 juta.

CoklatKetika customer puas maka mereka akan memberikan testimoni yang baik dan bisa dishare di wall FB kita. Ini akan meyakinkan calon customer kita yang lain.

Testi2TEstiSayangnya ada sebuah fakta baru yang tidak saya perhitungkan yakni adanya kendala seasonal berupa over loadnya pengiriman barang selama bulan Ramadhan. Sehingga supplier coklat saya memutuskan untuk menghentikan pengiriman barang sejak dua minggu sebelum Lebaran, padahal itu dagangan saya yang paling hit. Kendatipun harus slow down di empat belas hari terakhir Ramadhan, saya sangat bersyukur. Penghasilan Rp. 3juta pada bulan pertama memasuki bisnis OS ini membuat hati saya cukup optimis. Apalagi mengingat waktu kerja yang sebenarnya tak sampai sebulan. Saya makin bersemangat untuk mengembangkan bisnis OS ini. Ketika salah seorang konsumen coklat saya menghubungi dan memperkenalkan pada produsen sepatu dan importir tas yang sudah menguasai pasar di departemen store terkemuka. Selain memasok departemen store – departemen store, mereka juga memiliki toko-toko yang khusus berjualan produk mereka. Kali ini mereka tak keberatan jika produknya dijual secara online.

Jalan tak semulus jalan tol, pasti ada tantangan yang menghadang. Apalagi kalau bukan masalah permodalan. Dengan membeli barang langsung ke produsen/ importir mendapatkan harga pabrik yang relatif murah -hanya 40% dari harga barang tersebut di Mall. Tentunya ada persyaratan minimal order. Yang nilainya cukup besar untuk ukuran saya tetapi untuk ukuran pedagang umum, nominal sebesar itu pasti masih dalam jumlah wajar bahkan mungkin kecil.

Saya kemudian memperhitungkan kemungkinan untuk mempergunakan Other People Money (uang orang lain) dengan beberapa sistim. Pertama saya melirik pada pembiayaan yang disediakan Bank. Ternyata ada beberapa alternatif seperti Kredit Tanpa Agunan dan Kredit Mobil Bekas. Sayangnya KTA hanya diberikan pada karyawan karena pelunasan cicilan langsung mendebet rekening gaji, sementara saya kan bukan karyawan. Sayapun melirik alternatif lain, yakni Kredit Mobil Bekas. Dengan menjaminkan BPKB, kita bisa mendapatkan dana dengan bunga sekitar 6% per tahun, cukup murah kan? Tapi rasanya kok ngga tega “menyekolahkan” mobil penuh perjuangan dan kenangan itu.

Melepaskan harapan pada Bank tak berarti kita mati langkah. Lantas terpikirkan alternatif pembiayaan yang lain yakni dengan memanfaatkan jejaringan (networking). Sebagaimana sudah diceritakan di atas saya sudah mencermati dunia OS ini sejak setahun silam dengan menggabungkan diri dalam sepuluh grup OS di Facebook. Grup yang luarbiasa sebab satu grup terdiri dari ribuan anggota bahkan ada yang mencapai dua ratus ribu anggota. Menyatu dalam dinamika mereka jadi paham para sista-sista (panggilan sesama pelaku OS baik sebagai penjual maupun pembeli) sangat antusias jika ada penawaran barang murah dengan kualitas oke. Saya akan menawarkan sistim grosir kepada mereka . Yang berarti berbagi keuntungan dengan mereka. Harga dari supplier adalah 40% dari harga Departemen Store. Namun supplier juga menetapkan harga jual ke pasar sebesar 70% dari harga departemen store, tidak boleh lebih rendah dari itu karena dikhawatirkan akan merusak pasar. Dengan demikian saya akan berbagi 30% keuntungan dengan para reseller.

Jejaring saya yang lain adalah para mantan nasabah. Sebagai mantan bankir dan professional di bidang keuangan, saya masih memelihara hubungan baik para mantan nasabah. Mereka bisa menjadi investor potensial pada bisnis ini. Misalnya dengan menempatkan sebagian kecil dananya di bisnis ini dan saya berbagi keuntungan 5% / bulan. Saya yakin mereka akan berminat.

Bisnis yang baru saja dimulai telah berkembang menyenangkan. Yap saya memilih kata menyenangkan karena menikmati prosesnya, tiap rupiah yang didapat membuat saya bersyukur. Apalagi bisnis ini mengarah kepada sustainable alias berkelanjutan. Saya yakin ini berkah Ramadhan yang diberikan pada hambaNya yang mau berusaha dan memelihara tali silaturahmi.


Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Dee Rahma says:

    keren bisa mulai bisnis baru di bulan Ramadhan 🙂

    terimakasih ya sudah ikut #GiveAwayLebaran, sering2 ya main ke heydeerahma.com, blogku 😉

    =Dee=

    1. daveenaar says:

      alhamdulillah….. 🙂 Okay besok menyibak deh…hari ini so sibuk…hew..hew

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s