Unforgettable Memories : the So Delicious Culinary between Magelang – Semarang ……


Dini hari pada perjalanan antara Jogjakarta  dan Semarang. Embun masih menutupi pagi saat kami tiba di Magelang dimana kami memutuskan untuk sarapan menu khas kota itu – Kupat Tahu. Beberapa warung khas kupat tahu belum lagi buka tapi warung kupat tahu Pak Selamet di dekat alun-alun sudah buka. Dalam warung itu ada angkringan dengan kupat menggantung rapi, aneka sayur rebus tertata apik ditemani  bumbu kuah kacang yang mengepul beserta bawang goreng sudah tertata rapi.

kupat1

kupat3kupat4Dengan cepat kupat tahu tersaji.

kupat2Di meja makan sudah menggoda penganan ubo rampenya seperti bakwan goreng dan gimbal udang. Kami dengan lahap menyantap dan keponakan saya yang Jogjager sampai perlu mengeluarkan statement, “enak bulik.” Yayaya, percaya deh. Wong dia satu-satunya yang sudah sarapan sebelum berangkat tapi sekarang yang paling tandas piringnya.

Akhirnya setelah beberapa jam perjalanan, kami tiba di Semarang. Kota tujuan dengan 1000 kenangan, kisah kasih, kisah perempuan tahan banting …kami menyambangi makam perempuan terkasih “Bude Ratih”. Baru saja meninggal setelah dua minggu di ICU dan dia menghembuskan nafas terakhir tepat beberapa jam setelah telponku mencarinya – sepertinya almarhumah memang menungguku. Tak sadar airmataku mengalir deras di makam itu, teringat curcol-curcol “woman to woman crossing the age borderline” tengah malam di rumahnya. Kemudian dia menerima kedatangan kekasihku yang mukim di Semarang  esok harinya…ah semuanya begitu manis saat dikenang.

Usai dari makam, putri tunggal bude Ratih berserta anaknya mengajak jalan-jalan dan kami memutuskan untuk ke toko Oen – Semarang, memenuhi rasa penasaranku selama ini.

Oen2Oen5 Dari luar, bangunan bergaya art deco ini sudah menggoda. Apalagi saat sudah masuk ke dalam, selama ini saya membayangkan suasananya seperti toko es cream Ragusa di Jln. Veteran, Jakarta yang terlalu kuno…tapi ternyata toko Oen luar biasa kerennya. Toko yang berdiri sejak tahun 1936 ini masih memelihara interiornya yang keren dengan baik.

Oen3 Oen12
Stoples-stoples kue-kue kering berpadu dengan aneka kue basah/cake yang tertata rapi dalam rak kue, sangat menggoda selera.

Oen8Kamipun segera memesan makanan sesuai selera masing-masing. “Eiiits, tunggu…aku foto dulu,” begitu kataku saat makanan datang. Semua menyaksikan aksi fotografer amatiran dengan sabar sebelum sesi pemotretan selesai. Semua menu ala Belanda. Ada poffertjes dengan taburan gula bubuk dan meisjes. Ada bitterbalen yang kejunya langsung pecah dilidah saat disantap.Makin nyam-nyam disantap bersama saus yang sedikit asam dan cabe rawit. Pilihan es krimnya aneka macam membuat kami memutuskan memilih menu yang berbeda agar saling mencicipi.

Oen9Oen4

Oen7Oen10Usai menyantap makanan kecil yang memberatkan itu, kami meninggalkan toko Oen untuk kembali ke Jogja. Adikku menyempatkan untuk membeli lunpia Semarang Mba Lien yang terletak di dekat toko Oen.

lumpia-mbak-lienWarnanya keemasan tertimpa cahaya. Rasanya jangan ditanya, campuran rajangan daging ayam dan rebungnya dengan racikan bumbu ala mbak Lien bikin loenpia ini segera tandas dalam kendaraan.

Mb-Lien2
Hari sudah lewat Maghrib saat kami meninggalkan kota Semarang…kami menyempatkan diri untuk cari Warung Kopi Eva di jalur Ambarawa….jarang-jarang menempuh jalur Jogja Semarang so harus mampir….sempat kelewatan akhirnya nemu juga. Baru duduk ngejogrog bentaran, pelayan langsung menghidangkan lemper, telor asin dan tahu panas mengepul

Eva4
Tahunya ini merupakan signature dari  Kopi Eva… usai tahu digoreng, langsung direbus. Makanya saat dihidangkan masih mengepul…tahu berongga itu langsung mengeluarkan air sisa uap rebusan saat ditekan. Tahu ini enak disantap dengan sambal kecap.

Eva3Eva1
Saya memesan kopi tape ketan item yang menemani soto ayam. Ponakan saya memesan lontong cap gomeh….brrr anak-anak ABG tuh space perutnya luas amat ya.

Eva2Akhirnya usai menandaskan hidangan, kami meluncur pulang ke Jogja….malam sudah lama datang, jalanan macet. Truk-truk panjang mengangkut semen dari pabrik memenuhi jalanan. Kami terkantuk-kantuk kekenyangan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s