Yuk Belanja ke Pasar Mayestik yang Penuh Warna


Beberapa minggu belakangan ini warga Indonesia sedang panen long weekend karena libur tanggal merah berdekatan banget dengan hari Sabtu-Minggu. Jadilah warga Jakarta berduyun-duyun liburan ke luar kota, dari yang ke Puncak, Jogja, Bali sampai yang ke luar negeri. So, seharusnya Jakarta sepi dong. Pasti enak jalan-jalan keliling Jakarta di saat sepi, kebayangnya sih seperti saat Lebaran. Gak harus ke mall atau tempat hiburan yang tiket masuknya ratusan ribu rupiah. Mari kita nikmati liburan murah meriah ke pasar. Pasar Mayestik jadi tujuan wisata kami di tanggal 01 Mei lalu. Kami emak-emak kakak beradik mengajak Fina – keponakan dari Jogja yang sedang magang di Femina Grup.

Mayestik7Kenapa Mayestik? Sebab sejak dahulu, Mayestik merupakan pasar yang paling dikenal para ibu-ibu karena keragaman dagangan yang ada. Belum lagi sayur-mayur, buah-buahan yang segar dengan harga yang bersahabat. Aneka tekstil yang dijual oleh para pedagang kain India berada di area luar dari pasar. Terdapat juga aneka produk fashion dari pakaian bayi, anak-anak, wanita hingga pria dengan model terbaru, kualitas bagus dan tentunya terutama harga terjangkau. Belum lagi aneka jajanan kaki lima yang lezat. Ketika saya masih SD dan orangtua masih ada, tiap ada anak-anaknya yang berulangtahun. Orangtua selalu membawa kami berfoto bersama di Indah Foto – Mayestik (yang masih ada sampai sekarang) dan acara dilanjutkan dengan menyantap sate ayam pasar Mayestik yang yummy.

Dan setelah pasar Mayestik direnovasi beberapa waktu lalu, memang kami belum pernah mampir lagi ke sana so sekarang rasanya waktu yang tepat untuk  wisata pasar. Berangkat pk 10.00 pagi dari Pancoran hingga kawasan Mayestik jalanan lengang. Tapi begitu memasuki kawasan Mayestik, kami harus antri parkir, “Gosh, katanya pada ke luar kota atau ke luar negeri. Kok yang ke pasar Mayestik banyak gini. Gak kayak liburan long weekend.”

Untung ada sebuah mobil keluar dari tempat parkirnya, adik langsung bilang “Untung dia ke pasarnya pagi banget ya. Jadi dah pulang sekarang.” Tempat parkirnya pas di balik tiang listrik jadi adik yang menyetir harus mundur-maju cantik dulu sebelum kendaraan bisa parkir dengan sempurna. Seandainya kami memakai mobil kecil yang kompak tentunya urusan parkir jadi lebih lancar. Turun dari kendaraan, kami menyusuri jalan menuju gedung baru pasar Mayestik. Suasana sepanjang jalan masih sama, pedagang-pedagang buah dan kuliner kaki lima menyapa dan kamipun tersapa. Dalam sekejap terbungkuslah kue ape, kue ranggi dan kue cubit. Tak lama kami tiba di gedung baru pasar Mayestik. Langsung terpana, di bagian muka ada selasar khusus berbagai booth kuliner dengan sajian khas berjajar rapih. Bangku-bangku berpayung mengundang pengunjung duduk sembari bersantap. Setelah berkeliling dari booth ke booth akhirnya kami memilih hidangan masing-masing. Bersantap sembari berbincang santai. Sempat mengajari Fina cara menikmati kue ape yang cuma ada di Jakarta.

ApeApe2

Mayestik 1

Mayestik2

mayestik3Mayestik4Mayestik5Mayestik6

Usai memanjakan lidah dan perut, kami mulai menjelajah lantai ke lantai pasar Mayestik. Waktu tiba di lantai pakaian, biasa deh emak-emak langsung terpana lagi. Beberapa lantai khusus berjualan busana muslim. Selain dalam bentuk produk massal ada juga beberapa modiste yang menerima jahitan dan membuat tampilan kiosnya seperti butik dengan harga terjangkau. Tapi kami tak jadi membeli di sana sebab seorang adik yang biasa menjadi Miss Shopaholic berbisik, “Masih murahan di TA. “ Dan kami kakak-kakaknya langsung patuh menjaga dompet sembari tetap melanjutkan acara PPD (Pegang-Pegang Doang).

Cuma lama di lantai pakaian akhirnya kami turun dan menuju loss sayur-mayur. Warna-warna segara alami menyapa mata dan kali ini masing-masing membeli beberapa jenis sayuran segar untuk persediaan memasak di rumah.

Usai belanja sayur mayur, kami pulang. Tapi tak lupa membungkus sate ayam sebagai persediaan lauk santap malam di rumah. Hidangan nikmat sarat kenangan itu membuat kami menyantapnya perlahan saat makan malam.

Toyota-Agya-G-Front-View-(Red)Jalan-jalan gini dengan naik Agya pastinya sangat nyaman. Sebab keesokan harinya saya berkesempatan mencoba mobil Agya milik teman. Pada awalnya saya kira mobil dengan mesin 988 cc 3 silinder ini kekuatannya tak maksimal, namun ternyata tenaganya cukup powerful. Mesin DOHC dengan output 65 PS, rasio gigi yang tepat, dan berat kosong yang hanya 764 kg membuat mobil ini lincah dan bertenaga. Mobil ini pun ternyata kuat nanjak di area parkir yang cukup nanjak di Grand Indonesia. Konsumsi bahan bakar mobil ini jelas hemat, selayaknya mobil 1.000 cc dengan 3 silinder. Bener juga kan, bentuknya yang mungil membuat kita mudah bermanuver di jalan sempit dan tikungan tajam.

Interiornya ternyata lapang bahkan untuk emak-emak yang ukurannya sudah melebar. Gak sangka. Yuk brum-brum bersama Agya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s