Jagaduit


Alas Berpikir.

Silih berganti aneka penipuan di bidang investasi/ keuangan lalu lalang. Korban berjumlah massal hingga ribuan orang dengan nilai nominal hingga milyaran bahkan trilyun rupah. Para dalang penipuan macam Koperasi Langit Biru, B-Qsar, Wahana Bersama Globalindo berhasil dicokok polisi. Bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa di bui, sayangnya hal tersebut tidak mendatangkan efek jera bagi para pelaku. Belakangan kemasan penipuan di bidang investasi naik kelas dengan menggandeng institusi resmi dan beralas izin resmi dari negeri. Tetapi ketika terjadi default maka semua cuci tangan. Seperti yang saya alami ketika terjerat kasus investasi emas. Perjuangan saya bersama teman-teman hingga ke DPR dan dengar pendapat dengan OJK dan Bareskrim barulah bisa melabeli sang pelaku sebagai DPO (daftar pencarian orang) dan buronon Interpol karena Ybs. sudah kabur dari luar negeri.

JuangPerjuangan yang saya jalani menyadarkan bahwa tidak mudah memperjuangkan dana kita karena penipu lebih pintar dari yang ditipu. Apalagi semua penipuan telah direncanakan di awal, bahkan mereka mempersiapkan contingency plan hingga berlapis. Saya juga menyadari bahwa regulator cenderung tidak mengambil langkah proaktif dengan mencegah. Ketika ada keluhan barulah mereka turun tangan itupun hanyalah separuh hati. Mau marah-marah atau protes hanya seperti menggarami lautan….tak berguna. Apalagi belakangan terbuka fakta bahkan di Amerika Serikat yang begitu ketat peraturannya juga kebobolan oleh skema ponzi besutan Bernard Madoff.

Makanya saya memiliki ketertarikan khusus mengenai masalah penipuan di bidang investasi/ keuangan ini agar kelak tidak ada lagi korban yang berjatuhan. Dan karenanya malah menemukan fakta bahwa penipu makin canggih dengan memanfaatkan tehnologi informasi (internet). Bayangkan penghimpunan dana melalui dunia virtual tanpa ada alamat tetap semacam yang dilakukan MMM bisa menjaring Milyaran dengan menjanjikan skema “arisan bersama”. Sekali kita memasukan uang maka pada periode berikut bisa meminta pencairan berikut return yang tinggi. Return tinggi selalu berhasil menjadi pancingan bagi pemilik dana. Bahkan ketika beberapa hal yang sebenarnya tidak masuk logika menjadi nihil manakala terbayang return yang tinggi.

Maka tak heran seorang teman Facebook yang telah terjerat hutang Rp. 80 juta karena bisnis PO HP online (pre order HP) makin membengkak hutangnya jadi Rp. 200 juta karena mengikut MMM dan berbagai arisan/ investasi online. Padahal niatnya ikut MMM dan aneka arisan tersebut agar mendapat return yang besar dan cepat untuk melunasi hutang PO HP. Dan menyedihkannya, ini terjadi pada banyak orang terutama wanita. Wanita-wanita muda tergiur bisnis online untuk menambah penghasilan rumah tangga. Yang ada mereka jadi terjerat hutang karena yang mereka setorkan dalam investasi tersebut bukan dana sendiri tapi dana orang lain….Other People Money. Lantas tekanan berat ini mampu memporak porandakan rumah tangga. Membuat orang hilang ingatan.

Berangkat dari hal-hal tersebut maka saya bersama dua rekan bermaksud membuat website berisi informasi dan telaah mengenai investasi / arisan penipuan. Bahasa yang disampaikan dalam bahasa yang ringan/ gaul karena sasaran pembacanya adalah para wanita muda dalam kelas middle-low end sebab pada wanita seperti inilah merupakan sasaran empuk dari para scammer. Dan karenanya perlu dilakukan pembelajaran.

Siapa kami…

Nama saya, Dwianti Aviantari lebih senang memakai nama online Daveena. Saya blogger sekaligus penulis buku (baru tiga buku diterbitkan Gramedia dll) serta pelaku bisnis online. Dengan pengalaman solid di dunia perbankan serta keuangan selama lebih dari 10 tahun. Adapun partner saya:

  1. Taufikul Basari, seorang wartawan Bisnis Indonesia yang memiliki ketertarikan teramat sangat pada masalah tipu menipu dalam bisnis online.
  2. Arista P. baru saja diwisuda sebagai Sarjana Jurnalistik di usia 22 tahun. Memiliki semangat luar biasa dalam menulis dan mencari berita.

 Apa Nama dan Isi Website?

Nama websitenya JAGADUIT, bisa berarti dua : Jaga Duit dan Jagad Duit. Kami harapkan nama ini cukup eye catching dan menarik minat untuk membaca lebih jauh. Artikel dan informasi disampaikan dengan ringan dalam 400 – 800 kata / artikel. Sesuai namanya Jaga Duit maka segala artikel yang dishare adalah untuk menjaga duit yang sudah dimiliki baik itu milik diri sendiri atau milik orang lain.

Nah kalau Jagad Duit artinya kita membuka wawasan untuk mencari uang dengan cara yang benar tapi tidak menyulitkan. Nantinya kami akan memperkenalkan pada berbagai cara untuk melipat gandakan uang kita. Misalnya dengan reksadana atau asuransi dengan nilai eceran minimal Rp. 300 ribu/ bulan dengan ekspektasi return sekitar 20%.

Cara paling efektif adalah dengan bekerja. Bukan bekerja pada orang lain tapi membuat diri bekerja dan berbisnis. Nah kami nantinya akan membuat tinjauan pada beberapa bisnis real yang bisa dijalankan para pembaca untuk mendapatkan penghasilan. Dan semuanya dalam kelas middle-low. Tidak memberatkan tapi menghasilkan return yang lumayan. After all, if you want money you should work…

Ini contoh dari bisnis kelas UKM yang akan diperkenalkan:

  1. Powder Ice Cream.

Ice Cream2

Dengan modal Rp. 100 ribuan, bisa menghasilkan 240 cup ice cream yang tak kalah yummy dengan merek besar. Dijual seharga Rp. 1000 rupiah sudah menghasilkan return nyaris 100%.

2. Kentang Spiral.

SpiralDengan peralatan senilai Rp. 400 ribuan, bisa menghasilkan jajanan unik. Dari 1 kg bisa menghasilkan sekitar 8 potato spiral. Biasanya teman yang di daerah menjual seharga Rp. 2.500.-/ kentang. Sementara di Jakarta harga kentang spiral dibandrol Rp. 5.000.-, bahkan ditempat hiburan bisa mencapai Rp. 10.000.-/ kentang. Teman-teman yang sudah menjalankan bisnis ini rerata bisa menjual 10 kg kentang/ hari.

Saya harapkan dengan cara demikian maka tiap orang terutama memiliki kesempatan mendapatkan penghasilan yang membahagiakan dan mencukupi kebutuhan keluarganya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s