PHP Berdarah


Sebuah pembalasan cerdas dilakukan oleh tiga cewek yang merasa diPHPin oleh tiga playboy di Medan. Ketika tiga playboy itu diwisuda, ketiga cewek korban PHP memajang karangan bunga ucapan selamat di jln Gajah Mada, Medan. Papan sebesar ini benar-benar eye catching sehingga beritanya sampai masuk media massa . Ini cara pembalasan yang manis tapi skak mat.

PHP

Lantas jika anda di PHPin oleh kekasih sampai berdarah-darah, yup ini benar-benar keluar darah bukan kiasan maka pembalasan apa yang layak bagi dia? Mari kemari saya ceritakan pengalaman sakitnya tuh sampai masuk RS ini.

Waktu itu saya bergabung dengan komunitas penulis online. Biasalah para anggota posting tulisan masing hingga suatu hari ada seorang cowo yang rajin menyapa ditulisan saya. Gak cukup begitu, saat dia mengunduh tulisannya – dia akan inbox dan mengatakan bahwa tulisannya itu untuk saya. Menurut saya yang hidupnya memang dikelilingi kumbang berhidung belang, cara PeDeKaTe seperti itu standard banget. Apalagi ini dunia maya, sungguh gampang untuk bersikap player kan?. Lagipula gimana mau terpesona, tulisannya rada abstrak dan tak kenal pulak dengan penulisnya. Bertubi-tubi postingannya disertai pesan inbox yang tanpa tanggapan membuat dia akhirnya membuat sebuah tulisan berbahasa daerahnya (yang tidak saya pahami) dan kemudian menginbox saya, “Ini tulisan saya terakhir buatmu,setelah ini saya tak akan mengganggumu. Tanyakan artinya ke pak Malik.” (Pak Malik adalah sesepuh komunitas kami yang sangat mengayomi dan juga dekan suatu Perguruan Tinggi).

Maka bertanyalah saya ke pak Malik yang dijawab telak oleh beliau, “Be (nama cowok itu) jatuh cinta setengah mati ke kamu. Bahkan kamu ajak ke nerakapun dia akan turut.” Waduh membaca jawaban pak Malik, sedikit banyak hidung saya kembang kempis. Sehingga sedikit demi sedikit mulai memperhatikan dia. Baru juga mulai akrab dengan Be, seorang teman cewek posting tulisannya yang sedang gedebuk lopek dengan rangkaian kata rayuan cowoknya yang bunyinya 11-12 dengan Be. Segera saja saya inbox si cewek dan konfirmasikan kebenarannya. Bener aja cowok yang dimaksud adalah Be. Si cewe langsung ngamuk-ngamuk di komunitas, si Be sibuk menelpon saya yang tentunya tak saya angkat. Ketika akhirnya saya angkat karena dia SMS minta kesempatan bicara, Be menjelaskan bahwa cewe itu sekota dengan Be sementara saya di Jakarta. Akibat kebimbangannya karena saya tak pernah menanggapinya, Be sering curcol ke cewe itu dan akhirnya si cewe masuk saat Be sedang galau. Saya meminta Be untuk minta maaf di komunitas itu dan dituruti Be. Si cewe itu akhirnya juga menjelaskan ke saya alasan serupa mengenai kedekatannya dengan Be. Case clear, penjelasan diterima. Dan akibatnya saya malah jadi respek dengan Be dan akhirnya jadian. Tiap hari kami telponan, SMS (karena saya tak punya BB). Dan terus terang saya menikmati cara Be mencintai saya – dia sangat memuja dan sering menuliskan puisi-puisi tentang saya dan kami.

Hingga akhirnya dia mengunjungi saya di Jakarta. Gubraak tercengang saya melihat betapa gantengnya dia dengan tubuh tinggi atletis, berkulit terang bermata tajam dengan alis Sinchan. Saya juga bisa menilai dia jauh lebih muda dari saya kendatipun dia Insinyur dengan pekerjaan tetap.

“Berapa umurmu? Ada jarak tahun yang panjang tampaknya. Sebaiknya kita berteman saja, “ demikian kata saya. Eh dia langsung memeluk saya erat, “Jangan katakan begitu, aku makin cinta setelah jumpa begini.”

Saya ketawa ngakak dan dia kekeuh sumekeh mencintai saya bahkan suatu hari nanti akan menikahi saya. Ketika saya tertawa lagi dia meyakinkan, “Asal ada 1 % aja cintamu kepadaku, biarkan aku berupaya untuk yang 99%nya. Hmm saya ingin melihat kesungguhannya kendatipun tetap tak yakin.

Akhirnya kami menjalin cinta dan terus terang saya belum pernah merasa dicintai sedemikian rupa oleh seorang lelaki. Hubungan kami makin serius, dia bahkanmenanyakan biaya pernikahan yang saya butuhkan sebab dia akan bekerja keras untuk mengupayakannya. Dia sudah memberitahukan pada ayahnya dan sang ayah hanya terdiam saja. Menurut Be pasti ibunya yang akan keberatan, jadi saya katakan bahwa saya akan mundur dari hubungan tersebut. Be meyakinkan saya bahwa dia akan meninggalkan keluarga jika Ibunya tak setuju. Beberapa bulan setelah itu, hari itu dia seperti menghilang. Hingga akhirnya larut malam dia menghubungi saya dan dengan suara dinginnya mengatakan,

“Kita putus. Ibuku mengetahui hubungan kita dari SMS yang dibacanya dan dia menanyakan lebih jauh siapa kamu. Dia tak setuju kita berhubungan.”

Daar……saya terkejut, begitu mudahnya dia memutuskan saya. Mana janjinya bakal memperjuangkan hubungan ini? Boro-boro mau kawin lari….berjuang aja belum sudah melepaskan kekasihnya. Mau tau rasanya ditusuk samurai? Seperti inilah rasanya. Telpon telah ditutup dan beberapa kali saya mencoba menghubungi tidak diangkat. Keesokan harinya saya hubungi sudah tak bisa, rupanya Be langsung membuang nomornya.

Memang saya juga mawas diri mengenai masalah perbedaan usia tapi dia sendiri yang memaksa dan meyakinkan bahwa kita akan bersatu apapun halangannya. Begitulah hati ini rasanya remuk redam tapi keesokan harinya saya harus menghadiri peluncuran buku teman di Gramedia, Blok M. Jadilah dengan hati remuk redam keesokan harinya saya pergi ke Gramedia. Belum lama saya berada disana, tiba-tiba merasa celana 7/8 saya basah. Begitu memeriksa di toilet, ada darah yang melapisi celana tersebut penuh melingkari paha. Untungnya saya memakai atasan tunik selutut jadi dari luar tidak terlihat. Saya langsung ke UGD RSPP dan didiagnosis mengalami stress berat sehingga pendarahan begitu. Belakangan saya baru tahu ada teman yang setahun mengalami pendarahan karena stress menghilangkan duit nasabah-nasabahnya.

Saya hanya memberitahu kondisi ini pada seorang sahabat dan pak Malik yang langsung ngamuk ke Be. Sahabat saya itu langsung berangkat dengan pesawat pertama dari Denpasar – kota tempat tinggalnya. Pada dialah saya menangis jejeritan tanpa malu dan dia membiarkan saya demikian hingga tuntas sudah lara saya. Sahabat saya itulah yang kemudian mendekati saya dan langsung meminta ibunya untuk berbicara dengan saya kalau dia menginginkan saya. Tepat tiga hari saya menangisi lelaki PHP itu, saya sudah mendapat gantinya yang lebih baik dalam bentuk pahe ( paket hemat karena sahabt saya itu duda beranak dua )

Sudah selesai?

lapindo2

Belum ternyata. Tiga bulan kemudian telpon saya berdering beberapa kali karena nomor yang menghubungi tak saya kenal maka tak saya angkat. Akhirnya ada SMS yang masuk….Be.

Saya angkat telponnya dan saya tanyakan maksudnya. Ketika dia menjawab ingin menjalin tali silaturahmi kembali, saya jawab bahwa untuk saat ini belum bisa, lagipula saya telah menikah. Ada jeda yang lama dan dia mengucapkan selamat berpisah. Beberapa bulan kemudian, pak Malik menghubungi saya. “Kelihatannya Be tidak bisa melupakanmu. Dia sudah dua kali menolak calon yang diajukan ibunya.” Saya tak memberikan komentar apa-apa, kisah saya dengan Be sudah selesai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s