Memetik Hikmah Doa


lintas.me

 

Realita hidup, bahwa semakin hari kita semakin dililit masalah. Rasanya persoalan begitu menumpuk, tiada habisnya, menenggelamkan kita pada kubangan penderitaan tak berkesudahan. Seakan hidup menjadi sedemikian suram, menoleh ke kanan masalah, melirik ke kiri hujatan, lihat ke bawah pendapatan pas-pasan, pas tengadah ke atas…atasan mengancam PHK.

Kita mulai menuruti persangkaan untuk berputus asa dari Rahmat Allah. Dalam sebuah riwayat yang diceritakan oleh Ibnu Husain, ia menceritakan firman Allah SWT dalam sebuah kitab:

“Demi kemulian dan kebesaranKu, dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukanKu di atas Arsy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Akan kupakaikan kehinaan di mata manusia. Aku singkirkan ia dari dekatKu, lalu Kuputuskan hubunganKu dengannya.

Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan, padahal sesungguhnya kesulitan itu berada ditanganKu dan hanya Aku yang dapat menyingkirkannya? Mengapa ia berharap kepada selain Aku dengan Mengetuk pintu-pintu yang lain padahal kunci pintu-pintu itu tertutup? Padahal, hanya pintuKu yang terbuka bagi siapapun yang berdoa memohon pertolongan dari Ku.”..

Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalaukan kesulitannya, lalu Aku kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan  Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu aku putuskan harapannya? Siapa pula yang pernah megetuk pintu Ku lalu aku tidak bukakan?

15 Ramadhan ini membuktikan janjimu itu ternyata benar…tidak pernah kumengharapkan apapun dari Mu karena kusadari ketidak sempurnaan ibadahku selama ini;  mana pernah aku berlari menghampiri Mu – tapi yang Kau berikan hari ini padaku luar biasa…Dua kado besar di 15 Ramadhan membuatku menitikkan airmata. Betapa Kau Maha Pengasih lagi Penyayang…

Bahkan sebenarnya sejak 14 Ramadhan  Kau telah menghujaniku dengan hadiah-hadiah dariMu yang serba sesuai dengan keperluanku…

Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh mahlukKu. Akan tetapi, mengapakah mereka malah bersandar kepada selain Aku? Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hambaKu, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindunganKu.

Dan Akupun telah memenuhi langitKu dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih kepadaKu, lalu Aku memerintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antar Aku dan hamba-hambaKu. Akan tetapi mengapa mereka tidak percaya  kepada firmanKu..

Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapapun yang ditimpakan oleh bencana yang Aku turunkan, tiada yang dapat menyingkirkannya, kecuali Aku? Akan tetapi, mengapakah Aku melihat ia dengan segala angan-angan dan harapannya itu, selalu berpaling dariKu? Mengapakah ia sampai tertipu selain Aku?

Aku telah memberikan kepadanya dengan segala kemurahanKu apa-apa yang tidak sampai harus ia minta. Ketika itu semua Aku cabut kembalinya, lalu mengapa ia tidak lagi memintanya lagi kepaKu untuk segera mengembalikannya. Tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?

Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan? Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh  hambaKu? Tidakkah dunia dan akhirat itu semuanya milikKu? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada di tanganKu? Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifatKu?…

Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan? Dengan demikian, siapakah yang dapat memutuskannya daripada Aku?

Apapula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, “Mintalah kepada Ku”, Akupun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya.

Dan semua yang kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaanKu meskipun sebesar debu. Bagiamana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya?

Sungguh alangkah celakanya orang yang terputus dari rahmatKu. Alangkah kecewanya orang-orang yang berlaku maksiat kepada Ku dan tidak memperhatikan Aku serta tetap melakukan perbuatan yang harama seraya tiada yang malu kepada Ku?

Alangkah indahnya untaian firman Allah swt diatas. Ya memang mengapa kita senantiasa berpaling dari jaminanNya.

Doa

Hidup itu  senantiasa bergerak naik dan turun, penuh dengan tantangan dan kebutuhan…melalui kedua hal itulah Allah hendak menguji mana hamba yang tetap pada fitrah kesucian dan mana yang tidak.

Ibn Ath Tha’ilah menuturkan dalam kitabnya Al Hikam:

Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tidak mengubah diri dan kebiasaanmu? Kita banyak meminta, banyak berharap kepada Allah tapi sibunya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal kalau kita meminta dan berakibat kita merubah diri, maka Allah akan memberi apa yang kita minta. Karena sebetulnya doa itu ada pengiring agar kita bisa merubah diri kita..jika kita tidak pernah mau merubahan diri kita menjadi lebih baik maka tentu ada yang salah dengan permintaan kita…”

Ini  disarikan dari buku Kekuatan Doa – repost dari daveenaar.com 19 September 2010

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s