Korupsi di Partai Demokrat dan Tindak Pidana Pencucian Uang


Dimuat di daveenaar.com – 12 February 2012

 

Nazarudin - Bendahara Demokrat
Nazarudin – Bendahara Demokrat

Rombongan petinggi Partai Demokrat yang mulai menjadi tersangka dari kasus korupsi Wisma Atlet kelihatan tidak akan berhenti pada Angelina Sondakh yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen PD. Sudah menjadi pemberitaan umum bahwa Anas Urbaningrum bakalan menjadi target berikutnya. Dan kemudian kabar yang beredar malah menjadi absurd tatkala Anas Urbaningrum menjadi sering mengunjungi makam-makam tokoh keramat. Saya jadi speechless, kenapa bung AU tidak kembali kepada Allah SWT – kenapa jadi pergi ke kuburan keramat. Angelina Sondakh saja yang mualaf mengembalikan semuanya kepada Allah SWT, kok AU yang mantan ketua HMI malah ke makam keramat?

Anas

Pertanyaan saya ini dijawab oleh seorang teman yang memiliki informasi cukup mendalam mengenai kebiasaan baru AU ini…itu sekedar “perang urat syaraf”….kenapa? karena semua kekuatan material dan spiritual dikerahkan oleh 2 kubu yang berseteru di dalam Partai Demokrat itu.  Perkembangan kabar selanjutnya menunjukan bahwa dana dari wisma atlet itu dipergunakan sebagai money politic untuk pemenangan AU menjadi ketua umum PD. Memang pada Kongres  Demokrat di Bandung pada Mei 2010 itu, ada uang sebanyak Rp30 miliar dan 5 juta dolar AS yang mengalir. Uang sebanyak itu ditaruh di Hotel Aston lantai 9, tempat Kongres PD.  11 dari 15 DPC Partai Demokrat se-Sulut diduga menerima dana Wisma Atlet  dari Tim Sukses Anas Urbaningrum sebesar Rp100 juta-Rp150 juta per DPC.

Masalahnya….

Begitu pentingnya posisi Ketua Umum itu sehingga prinsip “Anything for Glory” termasuk money politic sanggup dijalankan. Darimana dana untuk money politik? Akhirnya korupsi menjadi jawabannya.

Akh…sungguh saya terpana pada telah luluhnya nurani manusia. Padahal banyak sekali rakyat Indonesia masih berada pada garis kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah penduduk miskin Indonesia sampai September 2011 masih mencapai 12,36% dari total penduduk atau 29,89 juta penduduk. Angka itu turun 130 ribu orang (0,13%) dibandingkan Maret 2011 yang sebesar 30,02 juta orang (12,49%).

 SBY sendiri mengatakan gejolak perekonomian global pada beberapa tahun terakhir membuat pemerintah makin berat untuk mengurangi penduduk miskin. Dituturkan SBY, gejolak ekonomi global selalu mendorong laju inflasi karena harga pangan dan energi selalu meningkat.

“Saat krisis terjadi, inflasi bakal tinggi dari kenaikan harga pangan dan energi. Ini yang mengganggu penanggulangan kemiskinan. Atas hal-hal tadi maka kita harus melakukan percepatan perluasan pembangunan ekonomi,” kata SBY.

SBY mengingatkan, kabinetnya tidak terpana untuk hanya memikirkan soal investasi saja, namun penanggulangan kemiskinan sangat penting. “Kita harus belajar dari pengalaman krisis di 2008. Untuk negara berkembang seperti Indonesia, pertumbuhan ekonomi saja belum cukup Tapi urusan kemiskinan menjadi agenda penting. Penanggulangan kemiskinan harus berlanjut, ada atau tidak ada krisis,” tukas SBY. Dan saya rasa inilah waktunya SBY untuk bertindak tegas di “rumah”nya sendiri. Lantas bagaimana SBY menertibkan anggota partainya? Pembentukan Dewan Kehormatan tidaklah cukup tapi juga diperlukan ketegasan…mungkin SBY harus belajar dari Prabowo Subianto dalam menertibkan anggota partainya.

from FB egotshirt

Prabowo Subianto – Ketua Dewan Pembina Gerindra yang mengaku kaget dengan kasus suap di negara ini. “Saya kaget saat dikasih tahu, untuk masuk TNI tarifnya Rp 100 juta. Negara ini aneh, orang daftar mati untuk negara, kok harus nyogok?” ungkapnya, dalam pidato politik peringatan HUT Gerindra, Senin (6/2). Menurutnya, akibat hal semacam itu, republik ini bukan lagi republik yang didirikan pendiri bangsa, Soekarno-Hatta. Bangsa ini harus meninggalkan godaan dengan selalu bicara dari hati, karena suara hati takkan keliru. “Saat ini negara rusak, sistem hanya dinikmati oleh yang punya uang. Korupsi merajalela, setiap lapisan penuh sogok, cari kerja, guru, polisi, tentara harus nyogok,” ujarnya.

Setelah itu kabarnya Prabowo Subianto akan menarik Pius Lustrilanang-kader Gerindra yang menjadi wakil ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) berkaitan isu keterlibatannya dalam korupsi  renovasi ruang rapat badan anggaran DPR senilai Rp. 20 Milyar.

Kelihatan ketua dewan Pembina Gerindra sangat tegas menertibkan partainya….lantas bagaimana dengan Partai Demokrat?

Untungnya KPK menyatakan bahwa mereka sedang menjajaki penerapan  pasal-pasal Pencucian Uang (TPPU)  akan memastikan, mereka yang pernah menikmati, bahkan pernah dijadikan tempat transit aliran dana hasil korupsi bisa terjerat tindak pidana ini. Dengan pasal-pasal TPPU maka koruptor bisa langsung dimiskinkan bila tak mampu membuktikan kepemilikan hartanya bukan berasal dari korupsi. Dengan penerapan pasal-pasal TPPU ini diharapkan timbul efek jera pada para koruptor itu.

Jika seorang Melinda Dee yang membobolkan rekening nasabah-nasabah Citibank bisa dikenakan pasal-pasal Pencucian Uang hingga suami, ipar dan adiknya yang menerima aliran dana darinya juga terseret maka sudah sewajarnya KPK juga mengenakan pasal-pasal TPPU itu dalam kasus Wisma Atlet.  Ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah penindakan KPK terhadap kasus korupsi dan kiranya dapat menjadi preseden yang baik dalam rangka pemberantasan korupsi ke depannya.

 

 

 

 

http://www.jpnn.com/read/2012/02/09/116765/Korupsi-Wisma-Atlet-Mengalir-ke-Sulut

http://finance.detik.com/read/2012/01/18/143759/1818809/4/sby–sentil–menterinya-jumlah-orang-miskin-masih-banyak

http://nasional.kompas.com/read/2012/02/10/2246305/Tersangka.Baru.Kasus.Wisma.Atlet.Dijerat.Pencucian.Uang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s