Virus Merah Jambu di Andromax Z ku


Antara saya dan Smartfren adalah sebuah kisah cinta tanpa akhir, bahasa kerennya never ending love story. Lebay? Cari muka gara-gara ikut lomba? Oh tidak sama sekali. Saya kenal dengan koneksi dan produk keluaran Smartfren sejak tahun 2010, saat tulisan gue tentang kisah cinta sepasang Kompasianer ini memenangkan lomba menulis yang diselenggarakan Kompasiana. Dan sebagai hadiahnya, gue dapat sebuah netbook yang sudah dibundling dengan modem Smartfren di dalamnya. Dasar gue gaptek akut, jadi sering bertandang ke Service Center Smartfren di Mall Ambassador. Di sana selalu mendapat service excellence dari para petugasnya bahkan menjadi sahabat dengan salah seorangnya yang bernama Bana. Karena saya juga memilik PC maka saya membeli telpon genggam Smartfren yang berfungsi sebagai modem di PC saya. Saat itu merupakan era paling sibuk dalam kepenulisan karena saya sedang menyiapkan buku pertama yang diterbitkan oleh Gramedia. Tak lupa saya bagi-bagi buku kepada para petugas di Smartfren Service Center, Mall Ambassador.

dare

Waktu terus berjalan, kesibukan saya sebagai blogger dan penulis bertambah dengan mulai membuka Online Shop. Saya memakai sarana Facebook sebagai tempat berdagang. Ada tiga grup FB yang saya kelola. Dan anggota grup meminta komunikasi diaktifkan melalui Blackberry Messenger. Barulah saat itu, di pertengahan tahun 2012 saya membeli Blackberry pertama saya. Ketinggalan jaman banget kan tapi tetap pilihan saya adalah Blackberry CDMA dan tanpa ragu operator selular yang saya pilih Smartfren. Cerita bersama Smartfren tidak berhenti sampai disitu, sebaliknya malah berkembang makin seru saat saya menambahkan Gadget sebagai dagangan online. Pertumbuhan dagangan Gadget sangat pesat dan diantara banyak pilihan saat itu yang jadi favorite adalah Andromax C untuk kelas low end dan Grand Duos untuk kelas middle up. Samsung memang merajai pesanan, selain Grand Duos juga banyak diorder seri S, Tab serta Note. Sehingga dalam benak saya selalu tertanam, jika ingin gadget mid dan high end maka jawabannya adalah produk Samsung.

Demikianlah hingga suatu hari ada seorang kenalan yang memesan Andromax Z untuknya. Padahal harga penawaran dari supplier kami untuk Grand Duos dan Amdromax Z sama. Tapi kenalan saya itu lebih memilih Andromax Z dibandingkan Grand Duos. Sementara menunggu pesanannya datang, saya menghadiri acara peluncuran buku di Gramedia Matraman. Usai menikmati debat seru di sana, begitu saya berada di lobby luar Gramedia, suara nyaring memanggil saya. Bana….. sudah beralih profesi rupanya. Menjadi Sales Executive suatu merek otomotif ternama. Kami bertukar kabar serta bercakap cukup lama. Bana memutuskan untuk memesan setengah lusin Andromax C dari saya yang rencananya akan diberikan kepada para pembeli kendaraan dagangannya. Dia memiliki koleksi nomor-nomor cantik Smartfren untuk dibundling ke handset Andromax C tersebut. Demikianlah silaturahmi kembali terjalin dengan Bana.

Kemudian Andromax Z pesanan kenalan datang, malang tak dapat ditolak. Sang kenalan membatalkan pesanannya. Jika terjadi pada pembeli lain, saya pasti tidak perduli akan hal itu. Tapi berhubung pembeli tersebut adalah kenalan yang cukup dekat maka dengan terpaksa demi menjaga hubungan baik, saya mengembalikan uangnya. Ketika saya bermaksud melempar Andromax Z tersebut ke pasar. Bana menyarankan saya untuk memakai sendiri Andromax Z tersebut. Apalagi Andromax Z juga bisa untuk ber BBM an. Dengan sedikit pengajaran dari Bana, saya mulai memakai Andromax Z. Kebetulan adik saya memakai Grand Duos, jadi kami sering juga saling membandingkan.

Semua makin jelas saat melihat dalam beberapa video perbandingan antara Andromax Z dengan Grand Duos. Dari segi penampilan, layar Andromax Z lebih besar 0.5” inchi dari Grand Duos. Sedikit? Ternyata banyak pengaruhnya karena sistim pengaturan layar Andromax lebih canggih sehingga kejernihan gambar lebih bagus. Dibagian belakang Andromax Z tertanam kamera 8 MP, sementara bagian depannya ada kamera 2 MP sehingga urusan bervideo call dengan anggota grup saya berjalan lancar jaya. Acara mengambil gambar barang-barang dagangan demikian juga. Tahukan masalah visualisasi itu penting bagi online shop? Bagaimana orang bisa tertarik membeli jika tak melihat gambar.

Mensejajarkan handset Andromax Z dengan Grand Duos makin menonjolkan bentuk Andromax Z yang lebih elegan dan stylish karena lebih ramping dengan lekukan diujungnya yang lebih keren.

youtube comparison

Ada lagi? Eh ketemu sama yang namanya Photo Burst. Dalam sekali shoot bisa mengambil 99 frame dalam sekali jepretan, bandingkan dengan Grand Duos yang hanya bisa mengambil 20 frame dalam sekali jepretan. Seru banget jadinya buat eksplorasi dalam berfoto.

Dasar ya perempuan jadi yang dipikirin penampilan sama soal berfoto ria. Mari sekarang kita cermati Operating Systemnya. Processor Quad Core 1.5 Ghz ditancap ke dalam Android 4.2 Jelly Bean dengan GPU PowerVR SGX 544 . Lebih tinggi sedikit dari yang ada dalam Samsung Galaxy Grand yang 1.2 GHz. Untuk OS nya sih sama. Dari sini sudah kelihatan kecepatannya lebih tinggi ada di Andromax Z. Tidak banyak sih tapi please deh lihat harganya. Mahalan Grand Duos Rp. 400 s/d. 600 ribuan.

Belum lagi ditambah semangat dan konsistensi Smartfren untuk mempromosikan produk-produk gadgetnya, kita makin yakin akan after sales servicenya. So tunggu apalagi? Mari beralih ke Smartfren Andromax Z.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s