Pangeran di Dunia Maya – Comberan di Dunia Nyata


Gimana kakek ndak bangga, yang mana ternyata kakek ndak salah milih bergabung di Kompasiana. Dimana profil kakek disini, telah kakek seleksi dengan teliti.  Yang mana foto kakek ini adalah wajah kakek yang paling macho dan paling seksi.  Ndak heranlah kakek, bilamananya kemudian banyak Kompasianer yang tergila gila kepada kakek. Mulai dari perawan yang belum pernah kena setrum, ibu ibu muda yang haus idola sampai dengan nenek nenek menor yang ndak ketulungan ganjennya.

Bukan itu saja. Yang mana tulisan tulisan kakek yang menggelitik cerdas trengginas bernas  juga banyak membuat para Kompasianer berdecak kagum. Ndak kurang dari pemuda yang baru sunat, para guru dan dosen sampai dengan manusia manusia yang ndak jelas bentuknya, dimana semua muanya mengagumi kakek. Yang mana mereka semua antri ingin disapa kakek dalam komen komennya, ingin bersalaman dengan kakek bilamananya mungkin, serta ingin dicium kakek bilamananya perlu.

Kakek telah menjadi celebriti Kompasiana, Pangeran dunia Maya. Dimana waktu waktu telah kakek lalui dengan bahagia. Tiada hari tanpa sorak dan tepuk tangan. Yang mana semua ini membuat kepala kakek jadi membengkak segede kelapa. Dimana semua ini membuat lubang hidung kakek jadi melebar segede jempol kaki karena saking bangganya. Hal mana akhirnya membuat kakek menulis dan menulis. Waktu adalah karya, karya adalah tepuk tangan, tepuk tangan adalah ingus yang selalu meler dari lubang hidung kakek, sebagai simbol kebanggaan dunia maya.

Di dunia nyata, lain lagi ceritanya.

Yang mana kalau kakek rajin menulis, itu artinya kakek ndak punya kerja di dunia nyata.

Bilamananya kakek cerdas menulis, itu artinya kakek banyak mencuri buku pelajaran cucu dari meja belajarnya.

Yang mana kalau kakek pinter menulis, itu artinya bukan di Kompasiana rumahnya, namun di Gramedia istananya.

Bilamananya kakek jadi pangeran di dunia maya, itu artinya jadi comberan di dunia nyata.

Dimana ini semua sudah kakek buktiken, yang mana di dunia nyata, kakek ini dituker sama abu gosok aja ndak ada yang mau…, inilah kakek : pangeran ditangan kanan comberan ditangan kiri…hi hi hi

Note: Ini postingan Kompasianer Kakek Metal yang aslinya ada disini, wuah ini postingan satire yang benar-benar nendang mengupas realita dunia maya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s