Menikmati Paket Tour Halal ke Beijing Bersama Cheria Holiday


Sebuah truk kayu besar berhenti di depan rumah mengantarkan berpeti-peti buku cerita silat serta serial petualangan Karl May dan itu kejadian saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Buku-buku dengan ejaan lama dan banyak yang masih dalam versi sampul tebal ( hard cover ) merupakan koleksi Ibu saya dari SMA sampai kuliah yang tersimpan di Jogjakarta. Sengaja  dibawa ke Jakarta sebagai pengganti komik-komik HC Andersen dan komik komedi serial Lemot yang selama ini saya dan kakak baca. Bayangkan kami yang saat itu biasa membaca buku  penuh gambar dengan balon-balon kalimat singkat diharuskan beralih pada buku dengan  kalimat-kalimat padat ejaan lama minim gambar pula.  Tentu saja kami sama sekali tidak berminat membacanya hingga Ibu perlu memaksa dengan sedikit keras. Saking memaksanya saat itu saya sampai bertanya pada Bapak,

“Pak, itu isterinya sebenarnya Ibu kandungku atau Ibu tiri sih kok galak amat maksa baca buku tebal gini?”

Bapak ketawa ngakak dan langsung cerita ke Ibu yang juga ketawa mendengarnya cerita. Hingga Ibu memakai jurus membujuk yang lebih halus yang membuat  saya dan kakak akhirnya mulai membaca buku silat dan petualangan Karl May. Selesai satu buku ( satu judul biasanya terdiri sekitar 3-7 buku, zaman sekarang judul yang sama bisa jadi puluhan buku versi stensil ), kami langsung ketagihan. Waktu tidur siang diam-diam dipakai untuk membaca, jika belum selesai maka kami tidak akan berhenti membaca. Sekarang Ibu jadi kewalahan untuk membatasi nafsu membaca kami yang luar biasa.

buku-silat-antik-gan-kl-pendekar-negeri-tayli-2

sumber: ebook cersil mandarin

Baik saya maupun kakak punya tokoh perempuan favorite yang sering kali kami pakai identitasnya. Dari cerita-cerita silat ini kami belajar etos perjuangan dalam menegakkan keadilan maupun untuk membela Negara. Juga mengenai jiwa kesatria yang luar biasa dimana mereka mempergunakan ilmu bela diri terutama dengan senjata tajam maupun senjata rahasia.

Suatu hari seorang tetangga yang sudah duduk di bangku SMA mengajak barter antara buku kami yang berjudul Kisah Memanah Rajawali Sakti yang belakangan difilmkan dengan pemain Andy Lau dengan buku berjudul Kisah Putri Harum dan Kaisar. Dalam buku tersebut, kami akhirnya mengenal adanya suku bangsa yang beragama Islam di Tiongkok  yang bernama suku Uigor. Putri Harum ditaksir kaisar Kian Liong namun sang Putri Harum sangat menjaga kehormatannya, bahkan dia sampai menjahit ulang bajunya untuk menghindari upaya pemaksaan dari sang Kaisar. Kiasar Kian Liong sendiri merupakan satu-satunya kaisar yang berkuasa hingga 60 tahun dan membuat banyak kisah tentangnya yang beredar.

tokoantiekretro.jpg

sumber: tokoantiekretro

Cina berkembang menjadi Negara yang maju, terjadi peralihan pemerintahan dari Kerajaan menjadi  Republik Komunis. Pemberontakan mahasiswa yang menjadikan lapangan Tianamen sebagai saksi sejarah, semua dinamika itu sungguh menarik untuk dicermati. Aneka film berkisah tentang kehidupan di sana memperjelas gambaran yang selama ini sudah terbentuk. Saya ingin suatu hari nanti mengunjungi Cina. Sebuah keinginan yang  nyaris terwujud akhir tahun kemarin saat seorang teman menawarkan kerjasama untuk membelikan barang-barang dagangan di sana.

“Tapi elo jalan sendiri ke sana ya. Gue bawain uangnya,”kata-katanya ini menyurutkan keinginan saya karena ada gentar mengunjungi Negara dengan bahasa dan huruf yang tak akrab bahkan tak dikenal, belum lagi urusan makanan yang pastinya banyak yang tidak halal. Dan apakah ada fasilitas untuk beribadah secara Islami di sana?

Makanya sangat surprise mengetahui bahwa Cheria Wisata menyediakan aneka paket wisata halal dimana Cina merupakan salah satu Negara tujuannya. Malah sudah  ada 12 paket tujuan wisata Halal yakni  ke Dubai, Malaysia-Singapura, Korea, Jepang, Hongkong, Australia, Beijing, Spanyol, Eropa, Alaska, Turki, Uzbekistan.

Wuiih ternyata Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia

 

Kalau Cheria Wis sudah mengemas paket wisata halal semacam ini, saya yakin  dengan  kualitas paket wisata halal yang disediakan  secara adik pernah mengikuti paket wisata Umroh + Turki dari Cheria Wisata…

turki.jpg

Karena berminat untuk Paket Wisata Tour Halal China, saya mempelajari lebih jauh informasi yang disajikan Cheria Holday. Rupanya penting untuk memahami kondisi iklim jika akan mengunjungi Cina yang memiliki 4 musim. Tiap musim membawa dampak cuaca serta pengalaman wisata yang berbeda. Berikut info yang dibagikan Cheria Holiday:

Musim Gugur

Dari sekian banyak waktu, awal musim semi yang jatuh pada bulan September hingga awal Oktober merupakan cuaca yang paling nyaman. Suhu udara pada masa ini biasanya berkisar antara 10 derajat celcius hingga 22 derajat celcius. Sebagai tambahan, pada musim gugur ini intensitas hujan juga sangat terbatas. Musim gugur juga menjadi waktu di mana lukisan kuno dan berharga yang ada di Beijing Palace Museum.

Musim Semi

Secara umum pada musim semi rata-rata memiliki suhu antara 10C hingga 22C. Di musim ini, wisatawan yang datang disarankan untuk memakai baju berlapis, agar tetap nyaman dalam kondisi panas ataupun dingin.

Musim Panas

Musim Panas di Cina berlangsung dari bulan Juni hingga akhir Agustus dan sangat panas dengan suhu melebihi 22C. Di waktu ini, terdapat empat tempat yang terkenal sangat panas, yakni Wuhan, Tianjin, Congging dan Nanchang. Selain itu, waktu bepergian pada musim ini juga sebaiknya membawa jas hujan.

 Musim Dingin

Bepergian pada musim dingin di Cina juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama di Cina bagian utara. Di mana kita bisa menyaksikan Festival Es Harbin. Di festival ini, pengunjung bisa menyaksikan berbagai jenis hasil kerajinan yang menggunakan es. Biasanya, festival ini pun berlangsung cukup panjang, hampir satu bulan.

Terdapat beberapa tempat di mana kita bisa secara langsung menikmati hasil karya seni es terbaik yang dipamerkan, di antaranya adalah di Zhaolin Park, Yabuli International Ski Resort serta Ice and Snow World.

Jadi, kalau Anda ingin berkunjung ke Cina, pastikan dulu tempat yang akan didatangi dan musim yang tengah berlangsung. Apakah tempat tersebut menawarkan kondisi yang terbaik seiring dengan musim yang tengah berlangsung. Selain itu, pergi ke cina tanpa mengetahui kondisi musim di sana juga bakal membuat perjalanan Anda sangat tidak nyaman.

Selain itu, terdapat beberapa hari yang terhitung sebagai high season di Cina. Di antaranya adalah hari buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei dan berlangsung sekitar 3 hari, Hari Nasional yang jatuh pada 1 Oktober dan berdurasi 7 hari, liburan musim panas (juni-september) dan liburan musim dingin (januari – februari).

Pada saat high season tersebut, sarana transportasi di Cina akan menjadi sangat susah diperoleh pun halnya untuk penginapan, yang ini sih cukup normal mengingat banyaknya tempat wisata di Cina. Jadi, kalau ingin berjalan-jalan ke Cina pada low season, sepertinya Anda harus mengingat betul waktu di mana high season di Cina. Tentunya demi tiket yang murah bukan.

Selain itu, terdapat pula beberapa festival yang diadakan pada waktu-waktu tertentu di beberapa tempat di Cina. Pelaksanaan festival-festival tersebut dilakukan berdasarkan penanggalan Cina, seperti Festival Qingming, Festival Dragon Boat, Festival Lentera dan lain-lain.

Berikut contoh itinerary ke Beijing selama 6 hari yang disediakan seperti yang tercantum berikut ini.

Salah Satu Contoh Itinerary Paket Tour Wisata Beijing China

BEIJING UNIQUE 6H4M

Highlight : Acrobatic Show, Rickshaw Ride (Becak), Panda ZOO, Peking Duck

muslim

Hari 01 : JAKARTA – BEIJING

Hari pertama berkumpul dan berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Terminal 2D, Selain sebagai pusat pemerintahan, Beijing merupakan salah satu kota terunik di dunia. Kota ini berada di dataran rendah Chaoyang, yang dikelilingi pegunungan Yen San. Di pegunungan inilah tempat dibangunnya Tembok China, yang merupakan salah satu keajaiban dunia.

Pesawat akan mendarat di Beijing International Airport yang berada di Distrik Sun Yi, 30 kilometer dari pusat kota arah ke Timur.

Begitu mendarat di Bandar Udara terbesar China ini, suasana serba modern dengan tekhnologi mutakhir begitu mendominasi. Beda dengan image selama ini, bahwa China adalah Negara yang masih terbelakang sebagai mana sebutan Negeri Tirai Bambu.

Seluruh propinsi di RRC memiliki minimal satu perusahaan penerbangan. Tak heran jika saat ini RRC memiliki ribuan pesawat terbang. Karena itulah bandara ini belakangan disebut sebagai bandara tersibuk di dunia dengan 1200 penerbangan setiap harinya.

Hari 02 : BEIJING (Makan Siang, malam)

wikipedia

sumber: wikipedia

Sesampainya di Beijing, kita akan mengunjungi Tian An Men Square dan menjelajah kota terlarang Forbidden City yang merupakan kompleks istana terbesar di dunia, dimana tempat tinggal 24 Kaisar Pada jaman Dinasty MING dan Qing. Letaknya yang strategis di pusat Kota Beijing membuat Tiananmen Square, dikunjungi ribuan orang sehari-hari . Mereka dapat mengunjungi Tiananmen Tower, yang terletak di ujung utara alun-alun. Awalnya dibangun pada tahun 1417 selama Dinasti Ming (1368 AD- 1644 AD).

Alun-alun sendiri adalah pintu depan Kota Terlarang. Sampai 1911 ketika kerajaan feodal terakhir usai, tidak ada yang bisa masuk ke menara kecuali untuk keluarga kerajaan dan bangsawan. Makan siang di restoran lokal. Lalu kita akan mengunjungi Tongrentang herbal Store, Outlook national grand theater. Sore harinya kita akan menyaksikan Acrobatic Show. Makan malam di restoran lokal

Bermalam di Hotel

Hari 03 : BEIJING (Makan pagi, siang, malam)

great-wall

Great Wall : Cheria Holiday

Sarapan pagi di Hotel, Acara hari ini kita mengunjungi salah satu dari 7 keajaiban didunia China Great Wall – Tembok Raksasa China, sepanjang 6700 KM, The Great Wall atau Tembok Besar ini dibangun sepanjang 6400 km, dari Sanhai Pass di timur hingga ke Lop Nur bagian barat. Tingginya mencapai 8 meter, lebar bagian atas 5 meter dan bagian bawah 8 meter. Setiap 180-270 meter dibuat semacam menara pengintai yang tingginya antara 11-12 meter.

Tujuan utama dibuatnya Great Wall ini adalah untuk mencegah serbuan bangsa Mongolia dari sebelah utara pada waktu itu. Konon tembok ini dibuat sebelum 2000 tahun sebelum masa dinasti, pembangunannya terus dilakukan hingga zaman Dinasti Qin, dinasti pertama Cina, lalu dikembangkan oleh Dinasti Sui, dan dipugar kembali oleh Dinasti Ming.

Pembangunan tembok ini dari Dinasti ke Dinasti, merupakan upaya kolektif yang telah dikerjakan oleh jutaan orang selama berabad-abad. Di perjalanan kita akan mampir ke Baushutang dan Jade Gallery. Setelah makan siang kita akan mengunjungi Donghuamen snack street, Wangfujing cultural street, dan Fotoshop Olympic Stadium “bird nest & water cube”. Makan malam di restoran lokal

Hari 04 : BEIJING (Makan pagi, siang, malam)

summer-palace

Summer Palace: dok. Cheria Holiday

Sarapan pagi di Hotel, Acara hari ini kita mengunjungi Summer Palace, Kingdom of Silk. Seolah tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Salah satu yang tak kalah menarik dengan tempat wisata lainnya adalah Summer Palace atau Istana Musim Panas.

Summer Palace atau Istana Musim Panas ini mulai dibangun pada 1750 yang saat itu dibuat sebagai taman mewah untuk keluarga kerajaan yang ingin beristirahat. Kemudian istana ini menjadi tempat tinggal utama anggota kerajaan di akhir Dinasti Qing. Namun, taman ini pernah dihancurkan oleh kobaran api.

Pada awalnya, nama asli tempat ini adalah “Qingyi Garden” yang kemudian diganti menjadi “Yiheyuan” (Istana Musim Panas) setelah rekonstruksi pertama pada 1888. Kemudian pada 1998, Istana Musim Panas ini masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.Makan malam di lokal restaurant. Dilanjutkan shopping mengunjungi Yashow Market & Siushui Street untuk berbelanja baju, sepatu, tas, dan souvernir murah. Makan malam special BEBEK PEKING.

Hari 05 : BEIJING (Makan pagi, siang, malam)

Sarapan pagi di hotel. Hari ini kita akan mencoba kendaraan tradisional China, yaitu becak (Rickshaw Ride), Nanluoguziang Ancient Street, The Place Mall, Tea Cultural. Makan siang di restoran lokal. Dilanjutkan mengunjungi Panda Zoo House disini anda dapat berfoto dan melihat panda, hewan khas China dan Pearl & Gemstone Gallery. Makan malam di lokal restaurant

rickshaw-ride

Rick Shaw – dok: cheria holiday

Hari 06: BEIJING – JAKARTA (Makan Pagi)

Sarapan pagi di hotel. Sampai waktunya kita akan menuju ke Airport untuk kembali ke Jakarta.

Enaknya wisata ini sifatnya customized alias bisa dibuat sesuai keinginan kita. Tinggal sesuaikan dengan budget dan jumlah anggota rombongan. Ingin tahu lebih jauh mengenai Wisata Halal baik je Jepang, Korea maupun ke Cina?

Langsung hubungi saja Cheria Wisata:

OFFICE
021-7900218
021 7900 216 (HUNTING/OPERATOR)
021 7900 218
021 7900 201

 

Ada Kebaikan Pada Setiap Potong Bika Bogor Talubi


Berwisata ke Bogor termasuk acara favorite bagi saya dan teman-teman  setamat kuliah dan mulai bekerja.  Penghasilan sudah ada walaupun tidak berlebihan membuat Bogor selalu jadi kunjungan wisata akhir pekan. Kotanya yang sejuk dengan tempat unggulan wisata Kebun Raya Bogor ditambah tersedianya aneka kuliner yang sedap dan unik merupakan kombinasi daya tarik Bogor. Apalagi jarak tempuh dari Jakarta tidak terlalu lama karena melalui tol Jagorawi. Pernah kami sudah berada di Bogor sekitar pk 07 pagi dan sarapan soto daging Bogor di pinggir rumah orang sebelum lanjut masuk ke Kebun Raya Bogor yang suasananya rindang  menenangkan.  Sembari rebahan di rerumputan beratap langit cerah kami berlima puas saling curhatan asa dan cinta wanita muda. Curhat berjam-jam membuat perut mulai kosong kembali, lagi-lagi kami keliling kota untuk mencari santap siang macaroni panggang dilanjutkan makan asinan Bogor di tempat yang berbeda  sebelum akhirnya kami kembali ke Jakarta. Tentunya tidak lupa  membawa roti unyil Venus serta asinan buah sebagai oleh-oleh khas Bogor. Memang orang Bogor sangat kreatif dan piawai dalam mengolah kuliner  makanya ada berbagai jenis kuliner yang masing-masing memiliki eksistensi sendiri. Lucunya biarpun sepanjang jalan selalu menemui pedagang Talas namun kami tak pernah membelinya sebagai oleh-oleh sepertinya ketika itu yang terpikirkan adalah ribetnya mengolah Talas.

jembatan

Dokumen Pribadi

Tahun berjalan, kami mulai disibukkan dengan kehidupan masing-masing dan jarang bertemu.  Jajanan khas  Bogor yang mulai banyak menyerbu Jakarta membuat saya tidak terlalu merindu kulinernya lagi. Roti unyil, toge goreng dan asinan Bogor sudah hadir di Jakarta bahkan secara rutin saya mendapat kiriman kue lapis talas Bogor dari tetangga yang dibeli dari suatu toko kue di Jakarta. Saya jadi sadar, ternyata jika penganan itu ada di depan mata tingkat kebutuhan kita akan penganan tersebut jadi menurun. Seperti yang terjadi pada kripik singkong pedas Mak Icih yang pernah jadi penganan online fenomenal. Cara penjualannya yang unik membuat kripik Mak Icih selalu diburu. Ketika kripik Mak Icih mulai masuk minimart, pemiliknya mengakui bahwa omset penjualannya malah menurun.

Bogor kembali menyeruak dalam benak ketika suatu hari saya harus menghadiri resepsi pernikahan mantan di  Botani Square, Bogor. Jangan bilang wow ya soalnya kendatipun putus, kami masih bersahabat hingga kini. Kali ini  jalan sendirian dan memilih moda transportasi commuter line, sumpah langsung  takjub dengan kereta yang bersih dan modern, demikian juga dengan stasiun yang ada. Perjalanan ke tempat tujuan dilanjutkan dengan ojek online. Yang bikin wow tuh pas memasuki halaman mall tersebut, sepanjang jalan ke dalam dipenuhi pedagang jajanan kaki lima yang tertata rapih dengan dagangannya yang menggoda. Untung saya bisa sampai ke Function Hall dengan kuat iman tanpa mampir dulu ke deretan pedagang kaki lima itu karena ternyata hidangan yang tersaji dalam resepsi juga banyak yang merupakan kuliner khas Bogor.

Kenangan akan Bogor membuat saya tidak langsung pulang ke Jakarta usai resepsi sebab saya ingin berburu oleh-oleh khas Bogor yang belum dijual di Jakarta, kata “belum dijual di Jakarta”  penting digaris bawahi tentunya karena buat apa berburu ke Bogor jika di Jakarta sudah ada. Makanya sebelum ke resepsi sang mantan, saya sudah melakukan sedikit pencarian info melalui Google. Dan nama Bika Bogor Talubi muncul menimbulkan rasa penasaran. Kali ini saya akan mengunjungi toko Bika Talubi yang terletak di Jalan Raya Pajajaran No, 20 M ( telpon 088809022992 ) lokasi yang strategis karena merupakan jalan yang kita lewati jika akan masuk toll menuju Jakarta.

Ada dua toko Bika Talubi lainnya yakni di:

  • Jalan K.H. Soleh Iskandar No. 18 B, Bogor. Telpon 0882121463951
  • Jalan Raya Gadog ( sebelah rest area gadog ), Telpon 088219705626
etalasecemilan

dokumen pribadi

Masuk ke toko yang penataan ruangnya effisien dan rapih dengan rak display terbuat dari kayu menyisakan space cukup lega bagi pelanggan dalam bergerak melihat dan memilih kuliner yang ada. Saya pun mulai kepo bertanya-tanya pada mbak penjaga toko yang ramah. Mulai dari bahan dasar pembuatannya Bika Talubi yang dibuat dari campuran talas dan ubi. Wah ini jelas beda dengan bika ambon yang beredar di pasaran selama ini. Bika yang kita kenal umumnya berbahan utama tepung terigu. Ada beberapa varian rasa dari Bika Talubi:

  • Bika Bogor Talas : varian ini didominasi talas asli, berwarna keungu-unguan alami
  • Bika Bogor Coco Pandan : dengan rasa pandan, berwarna hijau khas daun pandan
  • Bika Bogor Nangka : yang ini dengan rasa buah nangka dengan warna khas nangka kekuningan
  • Bika Bogor Ubi Madu : dengan dominan ubi madu, berwarna kuning alami
etalasebika

dokumen pribadi

bikapandan

Harganya Rp. 35.000,-/ kotak. Selain dalam varian satu rasa ternyata tersedia juga Bika Talubi mini yang imut dan eye catching. Saya langsung capcus beli beberapa dos yang kemasan mini sebab kemasan yang ini paling cocok dengan kondisi keluarga yang hanya beranggota dua orang yang suka bermalas-malasan mengunjungi meja makan. Kemasan mini berisi 10 potong dibandrol Rp. 29.000.- yang tinggal lep ini cocok banget deh bagi keluarga kami. Tak ketinggalan ada juga brownies kukus yang menggoda dengan topping butter cream dan parutan keju. Belum lagi  kripik talas yang menggoda.

lapisbogor

dokumen pribadi

kripiktalas

dokumen pribadi

Usai membayar pesanan, saya duduk di salah satu dari dua bangku yang tersedia sembari mencicipi Bika Talubi Mini…. teksturnya berongganya lebih lembut dari bika yang ada di pasaran, tidak berminyak dan manisnya terasa halus tidak menampar di lidah …. Benar-benar lembutnya menggoda untuk tambah dan tambah lagi.

bikamini3

dokumen pribadi

Usai menikmati sepotong bika mini, saya mengorder ojek online. Cilakaa 13 aplikasinya malah error, beberapa kali dicoba tidak berfungsi. Akhirnya saya menelpon Customer Care Ojek Online dan pihak CS berusaha meyakinkan bahwa aplikasi mereka tidak bermasalah di kota Bogor. Seorang mbak yang bertugas di toko Bika Bogor Talubi menghampiri dan menawarkan bantuannya memanggil ojek online melalui Smartphonenya. Wah disapa demikian tentunya saya senang sekali. Ternyata aplikasi ojek online tersebut juga  bermasalah di smartphone si mbak. Saya menyerah dan memutuskan untuk naik ojek konvesional yang ada demi bisa segera ke stasiun kereta.

“Jangan mbak, naek ojek konvensional mahal. Kita coba aplikasi ojek online brand yang lain ya,” si Mbak mencoba aplikasi ojek online yang lain….berhasiiil, saya nyaris memeluk si mbak yang baik hati. Sikap ringan tangan dalam menolong ini merupakan nilai tambah dari toko Bika Talubi ini. Sayapun meluncur menuju stasiun dengan ringan hati.

Sesampainya di rumah, ada sekotak bika mini dihantarkan pada tetangga. Selain tentunya juga ada yang dinikmati bersama di rumah. Keesokan harinya saya lihat dari balik pagar ada seorang pemulung berseliweran. Sepertinya dia pemulung baru di kompleks kami soalnya bisa dikatakan beberapa pemulung yang bersliweran umumnya membawa gerobak. Sementara pemulung yang satu ini berusia lanjut berjalan menyeret sebelah kakinya dengan tangan kiri tertekuk berpakaian cukup rapi dan bersandal tertutup memanggul sebuah karung plastik minim isi. Dengan kondisinya yang demikian, saya membayangkan beliau pasti survivor stroke.  Saya memanggil bapak pemulung dan memintanya menunggu sejenak. Keluar menghampiri sembari membawakan sekotak Bika Mini Talubi serta uang recehan, bapak pemulung dengan terharu menerimanya. Yang mengejutkan adalah saat saya berpaling untuk masuk kembali ke rumah, si bapak berucap, “Saya sedang sakit begini, anak  tidak mau mengurus.”

bikamini1

Saya terdiam sejenak sebelum menghampiri beliau, “Bapak, hal demikian tidak bisa dihindari dan kiranya jangan disesali serta terus menerus dipikirkan. Yang penting bapak harus berdamai dengan diri sendiri supaya tidak terlalu membebani pikiran dan kesehatan ya Pak. Bergantunglah pada sang Pencipta yang kasih sayangNya abadi.”

Bapak itu mencoba mencerna dan mengangguk.

Sungguh pengalaman bersama Bika Talubi mengajarkan pada saya bahwa ada kebaikan pada setiap potong bika.

 

Optimalkan Bisnis Online di 2017 Bersama Ardhosting


Tahun 2016 baru saja kita tinggalkan dengan selaksa kenangan, ada yang pahit, manis ataupun asem. Demikianpun yang saya rasakan, salah satu hal yang paling mengesankan adalah tahun itu merupakan tahun dimana bisnis online saya mengalami pertumbuhan yang amajing. Bagi saya dapat 10 order/ hari rasanya  WOW banget, eh gak taunya supplier saya para nona muda dan mamah muda omsetnya 100 – 400 order/ hari…gubraaak dah. Biarpun bagai bumi dan langit tetap harus disyukuri pencapaiannya dulu ya . Demi mendapatkan perputaran bisnis sebesar nona muda dan mamah muda, saya harus melakukan bisnis review. Apa yang salah,  apa yang harus ditingkatkan dan bagaimana cara meningkatkan?

mamud

Okey mari kita bandingkan apa yang dilakukan?

Awalnya kami memakai platform social media yang sama yakni  Facebook. Mamud dan Nomud sudah dua tahun lebih dulu berbisnis online dibandingkan saya. Pada saat saya memasuki bisnis online Nomud kena scam Rp. 20 juta, Mamud kena talak. Berarti keduanya sedang mendapatkan tekanan yang luar biasa secara finansial. Mirip dengan teori Einstein bahwa tekanan akan menimbulkan daya, demikianlah yang terjadi pada mereka. Mamud beralih pada Instagram sementara Nomud mempergunakan Rp. 500 ribu terakhirnya untuk membeli stock barang  dalam satu merek saja. Dia memutuskan untuk konsentrasi  berjualan tas dan dompet dari satu merek saja dan membangun jaringan distribusi online dengan merekruit para distributor  dan banyak memakai Line serta memanfaat sistim Free Ongkir yang disediakan suatu market place sementara Mamud berjualan aneka barang sehingga memakai nickname Toserbaonline dan melakukan turnaround dengan memanfaatkan Instagram. Saya sendiri konsentrasi pada penjualan perlengkapan dapur.

Apa yang terjadi setelah repositioning mereka?

Nomud punya omset ratusan juta tiap bulannya hingga dia keluar dari pekerjaan, menyewa rumah yang difungsikan sebagai kantor dan gudang. Mamud memiliki 400 order/ harinya. Sistim yang dianutnya juga masih sistim Dropship.

Belajar dari para ahlinya.

saveimage

Masih belum puas belajar dari para senior, sekarang belajar dari para ahlinya dengan membeli buku seperti ini.

Ada banyak buku tentang  bisnis online yang beredar namun pilihan saya adalah dua buku di atas karena  ditulis oleh para praktisi yang telah sukses makanya harus dibaca dengan seksama. Kedua buku mengupas secara teknikal namun applicable. Beberapa perlu digaris bawahi:

  1. Membuat Website Berbayar: Karena kita ingin  menangkap pasar yang lebih besar dan luas tanpa batas maka memahami bahwa ketika seringkali seseorang  mencari suatu barang melalui internet. Maka buatlah daganganmu berada di suatu tempat yang mudah ditemukan oleh mesin pencari Google ( Search Engine Optimazation ). Tempat itu bernama Website. Masalahnya terdapat aneka entri yang berhamburan dalam jagad internet tiap hari. Kita harus memastikan bahwa entri kita berada pada tempat yang mudah ditemukan oleh SEO. Nah kita bisa Optimalkan website dengan cloud hosting

verisign

Lebih jelasnya ARDHCLOUD Memberikan solusi terbaik dengan memberikan kualitas terbaik dalam web hosting berbasis cloud dengan cPanel. Dengan kinerja Tehnologi OnAPP terbaru akan mampu mengoptimalkan 50x lebih cepat dengan hosting biasa.  Dan dengan memiliki fitur utama kinerja Server Supermicro & Prosessor Intel Xeon Hasswell, memiliki kinerja hardware lebih kencang dan kualitas server yang lebih baik

  1. Web Berbayar menunjukkan Profesionalisme kita. Ada sih blog gratis sediaan mbah Gooegle yang tentu ramah SEO tapi jika kita ingin dianggap pebisnis yang professional, kita harus memakai website dengan akhiran dotcom, dotnet atau dotid yang merepresentasikannya.

Website berbayar menunjukkan kesan serius, tidak setengah-setengah dan all out.

Mahal?

Ada Ardhosting yang menyediakan Website murah namun mengoptimalkan website hingga 50 kali dibandingkan website produk toko sebelah.

  1. Jangan Pakai Namamu sebagai Nama Website. Kecuali nama keluargamu Hilton atau Trump, pakailah nama yang merepresentasikan bisnismu seperti yang dilakukan  dua penulis buku Bisnis Online di atas. Indra Permana memakai nama Dunia Muslim karena menjual barang-barang yang berkaitan dengan kehidupan orang muslim sementara Otniel Kowandi memakai nama website Kedai Kakilima. Suatu nama yang cukup provokatif karena mengambil positioning pada harga kakilima. Kendatipun setelah saya bandingkan dengan barang-barang sejenis yang saya jual, masih mahal harga barang-barang beliau….upps maaf ko Otnil.
  1. Sediakan fasilitas cara pembayaran di side bar website.Yap jika calon pembeli kita terpisah jarak dan samudera, tentunya kita harus menyediakan informasi cara pembayaran yang mudah bagi mereka.
  1. Nah sebagai catatan saya sendiri karena akan membuat website toko online yang berkaitan dengan segala peralatan maupun aneka olahan dari dapur maka dalam website tersebut nantinya akan saya isi juga dengan beberapa tips memasak yang unik memakai peralatan yang dijual, misalnya membuat pizza nyam-nyam dengan magic com.  Membuat brownies dengan cara mengukus, memasak dengan pan Happy Call. Cara soft selling begini semoga dapat menyentuh SEO. 
    cake-kukus

    CAKE KUKUS

    dpur

  2. Tetap memakai segala moda social media untuk membagikan informasi mengenai dagangan yang digelar, kali ini bisa dilakukan dengan sharing URL dari website ke berbagai sosial media.
  1. Mulai memproduksi item-item dagangan unggulan yang khas. Masih seputar segala jenis hasil olahan dari dapur dengan pertimbangan beberapa waktu lalu sudah banyak yang order aneka masakan yang sebenarnya untuk konsumsi pribadi namun saat dishare di social media menjadi barang yang banyak dipesan.

getuk

Beginilah perencanaan yang saya buat untuk mengembangkan bisnis online di tahun 2017.

Sebuah Penghormatan pada Mas Kurir JNE


JNE Ekspress Bagi saya berhubungan dengan JNE Ekspress itu sudah merupakan suatu kebutuhan. Bahkan tiada hari tanpa JNE Ekspress. Ya pastinya begitu, wong saya berbisnis Online Shop. Tiap hari selalu ada pelanggan yang membeli dagangan secara online. Berarti pengiriman juga dilakukan tiap hari. Rasanya hubungan antara Online Shop (OS) dan perusahaan jasa ekspedisi adalah hubungan simbiosis mutualisme, suatu hubungan saling membutuhkan, mendukung yang pada akhirnya  menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bahkan data bicara bahwa omset dari perusahaan jasa ekspedisi dalam melayani bisnis OS adalah sebesar angka APBN negeri ini. Wow sebuah angka yang fantastis kan. Makanya JNE  Ekspress mengadakan Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) pada tanggal 26 – 27 November 2016 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke 26.Lumayan banget buat saya saat JNE Ekspress membebaskan ongkos kirim antar kota Jabodetabek. Ada 55 kota lain yang mendapatkan fasilitas bebas ongkos kirim dalam kota.

Tak heran jika pengalaman saya dalam memanfaatkan jasa JNE lumayan banyak. Semuanya berawal saat saya menawarkan beberapa handphone baru yang merupakan hadiah ke suatu grup jual-beli di Facebook. Peminat langsung berjibun, fixed order dan semua minta dikirim pakai JNE.

paket

koleksi pribadi

“Packing kayu ya sis, ini sudah saya bantu cek tarifnya. Saya transfer harga barang plus ongkir jadi XX rupiah ya.”  Salah seorang pembeli menyarankan. Sedikit bingung kenapa semua pada minta pengiriman pakai JNE Ekspress dan packing kayu kok murah banget. Bagaimanapun saya segera meluncur ke gerai JNE Ekspress yang cukup dekat dengan rumah. Pemiliknya seorang ibu yang dibantu anak gadisnya yang baru saja menamatkan kuliah. Ternyata ongkir yang disebutkan pembeli saya benar alias tidak ada biaya tambahan untuk packing kayu.

Kirim hari ini, besoknya sudah sampai. Pengalaman baik ini membuat  saya jadi memahami mengapa para pembeli memilih JNE, sayapun mulai memakai JNE Ekspress secara regular seiring dengan antusiasme pribadi mengembangkan bisnis OS. Setapak demi setapak langkah bisnis OSku  akhirnya menemukan pencapaian yang luar biasa saat sebuah e-commerce baru datang dengan serangkaian penawaran perlengkapan dapur serta rumah tangga berkelas dengan harga miring masih ditambah fasilitas free ongkir se Indonesia. Gelaran dagangan di Facebook baik di akun pribadi maupun dalam grup-grup yang saya ikuti bersambut positif. Banyak yang membeli bahkan ada yang dalam partai besar untuk dijual kembali. Di sini saya juga melihat respon pembelian yang tinggi dari warga yang mukim di daerah pelosok  bahkan Indonesia  kawasan Timur serta Barat yang sebenarnya membutuhkan barang berkualitas, apa daya ongkos kirim cukup tinggi jika ditanggung sendiri.

“Terimakasih kakak, kami jadi bisa memiliki barang-barang berkualitas tanpa merogoh kocek terlalu dalam,” demikian ucapan terimakasih yang disampaikan pada saya.

Dibalik terkirimnya paket bagi saudara-saudara yang tinggal jauh tersebut terungkap kisah mengharukan dari perjuangan para mas kurir sebagai petugas ujung tombak dari JNE. Bayangkan saja ternyata ada kantor cabang JNE yang letaknya 45 km bahkan 60 km dari alamat tujuan yang berada di kawasan Indonesia Timur. Jangan bayangkan jalan yang ditempuh semulus jalan tol Jagorawi. Jalannya ajrut-ajrutan serta turun naik berkelok-kelok. Tambahan lagi saat sampai di sana ternyata kantor tujuan sudah tutup, tidak ada petugas yang jaga dan sinyal handphone pun tidak masuk. Alamak betapa perjuanganmu mas kurir. Untungnya saat pelanggan bersangkutan komplen, saya dengan mudah bisa tracking melalui website JNE. Tidak cukup tracking, saya masih menghubungi Customer Care dari JNE karena  memerlukan nomor kontak kantor cabang JNE terkait. Nomor segera saya sampaikan pada pelanggan yang bisa berkordinasi dengan mas kurir untuk mendapatkan barangnya.

jne

Ternyata bukan hanya di kawasan Indonesia Timur saja masalah pengiriman memerlukan perjuangan. Ada lagi kisah di Jawa Timur, misalnya untuk pelanggan saya yang mukim di Kencong, Jember. Ternyata Kencong itu terletak 30 km dari kota Jembernya. Jadi ketika mas kurir sampai di alamat tujuan yang merupakan sebuah SMP, dia sudah kucel dan lemas. Untung bu guru penerima paket pengertian, beliau mengajak mas kurir makan sore nasi kotak ayam bakar. Belum cukup itu, bu guru masih membekali mas kurir dengan sekotak nasi ayam bakar lagi, “Buat bekal di jalan, mas.”

Pernah juga handphone saya berdering jam 9 malam dari mas kurir JNE cabang kota Malang, dia sudah mencari alamat  tujuan tapi belum juga menemukan. Memang alamatnya di suatu desa yang masih    masuk wilayah kota Malang. Beberapa kali menelpon calon penerima namun tidak diangkat. Jadilah saya menghubungi inbox Facebook dari pemesan yang sedang bekerja di Hongkong untuk menghubungi saudaranya yang mendapatkan hadiah darinya itu. Memerlukan waktu namun akhirnya menjelang pukul 10 mas kurir bisa bertemu dengan penerima. Duh saya dan pemesan barang sampai takjub dengan dedikasi mas kurir.

Kesulitan menemukan si penerima tidak hanya terjadi di daerah pelosok. Bahkan di Jakarta juga ada kejadian yang menurut saya rada drama juga. Berdasarkan tracking, saya lihat barang sudah sampai di TKP yang berupa kampus dan diterima oleh salah satu petugas satpam. Admin e-commerce meminta response dan saat saya konfirmasi pada pelanggan, dia menyatakan belum terima. Malam sekitar pk 08.00 telpon saya berdering dari mas kurir yang sudah mendatangi kampus dan mencari pak satpam penerima. Pak satpam kebetulan tidak berjaga pada shift malam, mas kurir mencoba menelpon penerima namun telpon tidak aktif. Jadilah saya juga menelpon penerima yang memang tidak aktif itu. Ada tiga nomor selular dipergunakan mas kurir, saya membayangkan mas kurir minta tolong pada teman-temannya yang punya pulsa, sebab suara yang menghubungi beda-beda. Lagi-lagi saya terenyuh pada dedikasi para kurir itu, akhirnya saya mengirim pesan lewat inbox FB. Paginya si penerima baru membalas, “Saya ketiduran, apa salah mematikan Hp?”

Issh pingin dicocol pakai sambal saja membaca reaksinya. Saya jelaskan bahwa semalam ada tiga kurir yang berusaha konfirmasi dengannya.

“Sudah beberapa hari ini saya tidak masuk kantor karena sakit, Barusan saya telpon ke kampus, ternyata barang sudah disimpan ibu sekretaris.” Demikian penjelasannya yang membuat saya mengelus dada. Lah dia yang gak masuk kampus kok bilangnya belum terima barang. Pernyataan yang membuat para kurir kelabakan. Sekali lagi saya salut pada dedikasi para kurir.

Masih banyak cerita mengenai dedikasi para kurir. Namun ada suatu pengalaman pribadi yang bagi saya cukup menyentuh. Saat saya membeli barang dan menunggu kedatangannya. Karena sudah hafal bahwa REG berarti barang sampai dalam waktu 1-2 hari, mana tracking serta telpon sudah dilakukan memastikan bahwa barang akan diantarkan hari itu maka sayapun menanti kedatangannya. Jam demi jam berjalan, barang belum juga datang. Pihak customer care meyakinkan bahwa barang akan diantar kendatipun malam menjelang. Saya duduk di teras menanti ada sebuah sepeda motor dengan kantung paketan berhenti namun dia tidak mampir. Akhirnya malam makin larut, sayapun beranjak istirahat.

Keesokan harinya saya langsung menelpon dan melacak hingga kantor cabang terdekat dengan alamat. Setelah terhubung langsung dapat konfirmasi barang dalam jadwal pengantaran pertama. Tak lama petugas kurirnya datang, masih culun mungkin baru saja menamatkan SMA. Membuat saya teringat pada anak sendiri. Kurir tersebut menjelaskan bahwa kemarin sudah di depan rumah saya namun tidak yakin bahwa itu alamat yang tepat. Lagi-lagi dia tidak menelpon bahkan SMS. Dia hanya bisa nyengir-nyengir malu-malu saat saya singgung masalah SMS. Saya minta no handphone, dia sempat bingung, “Buat apa bu?”

“Nanti biar Ibu isikan sedikit pulsa ya, biar melancarkan tugasmu hari ini.”

Sekali lagi dia senyum-senyum sembari berterimakasih.

Online Shop, JNE Ekspress dan para kurir adalah suatu lingkaran rantai bisnis yang  saling mendukung dan menumbuh kembangkan bisnis serta penghasilan.

banner

Tetap Hidup Sehat Bersama Diabetes


Sebuah tidur lelap yang terjaga tengah malam menjadi semacam mimpi buruk bagi saya. Manakala terjaganya itu merupakan serangkaian sakit yang mengantarkan saya menjadi angka satu diantara 10 penduduk dunia yang menderita Diabetes Mellitus. Sebuah perbandingan yang dilansir oleh World Health Organization 2014.

Saya masih ingat sekali saat saya terjaga malam itu dan bermaksud beranjak dari tempat tidur, saya terlempar kembali ke tempat tidur. Berusaha bangun, terlempar kembali demikian berkali-kali dalam kegelapan. Saya akhirnya pasrah terbaring sembari menjerit berusaha memanggil anggota keluarga yang masih terlelap di kamar masing-masing. Satu-satunya yang terbangun, anak saya malah mengira itu suara jurit tengah malah dan melanjutkan tidur dengan ketakutan.

mirror

Sumber: Mirror

Akhirnya saya melanjutkan tidur hingga terjaga kembali waktu Subuh. Bisa bangkit dari tempat tidur namun langsung muntah mengeluarkan cairan warna hitam. Saya masih sempat jalan pagi sebelum menuju suatu Rumah Sakit. Hari itu hari Sabtu jadi langsung ditangani pihak Unit Gawat Darurat. Semua diperiksa hingga mereka menemukan kadar gula dan tensi yang tinggi. 400 dan 180. Saya sendiri sangat terkejut dengan fakta itu mengingat 2 tahun saat General Check Up, semua indikator kesehatan dalam keadaan sempurna.

Dokter masih memasangkan alat untuk memeriksa fungsi jantung. “Untung tidak sampai menyerang jantung, bu,” demikian dokter menerangkan usai membaca data. Para petugas medis memasang infus, “kita tunggu sampai habis bu. Jika setelah infus habis, kadar gula dan tensi turun maka ibu bisa pulang. Jika tidak berarti ibu langsung rawat inap ya.” Satu botol infus habis dan indikator tidak berubah. Langsung masuk rawat inap, tiga botol infus sekaligus disematkan. RS memberi info mengenai isi dan harga dari masing-masing infus. Saya terbaring sendiri di kamar yang sebenarnya tak kalah nyaman dengan hotel. Anak dan temannya menawarkan untuk menemani namun saya menolak. Saya ingin menikmati senyap sembari memikirkan yang terjadi pada diri sendiri. Sekalinya menyalakan televisi malah mendapatkan tayangan tentang Meutia Kasim pasca serangan stroke yang dialaminya. Meutia Kasim yang biasa sibuk jadi frustasi karena pikirannya yang aktif dan kreatif terjebak dalam tubuh lemah tanpa daya. Sungguh saya ngeri membayangkan jika mengalami kondisi yang sama. Apalagi bolak-balik tak bisa bangun tempo hari ternyata disebabkan Vertigo yang timbul karena tingginya tekanan darah serta kadar gula. Sebelumnya saya tidak pernah menderita Vertigo.

naturalnews

sumber: naturalnews

Jangan salah diabetes itu seperti permainan bowling strike yang gelindingan bolanya menyerang kemana-mana. Diabetes akan menyerang aneka organ tubuh yang vital. Makanya pasca keluar dari RS (hari Selasa), saya berusaha patuh pada petunjuk dokter. Perlu beberapa kali eksperimen dari pak dokter hingga menemukan obat yang cocok. Saya juga mempelajari diabetes lebih jauh dimana diabetes terjadi karena sel-sel dalam tubuh manusia membutuhkan energi dari gula (glukosa) untuk bisa berfungsi dengan normal. Yang biasanya mengendalikan gula dalam darah adalah hormon insulin. Insulin membantu sel mengambil dan menggunakan glukosa dari aliran darah. Jika tubuh kekurangan insulin yang relatif, artinya kadar gula darah sangat banyak akibat asupan berlebihan sehingga kadar insulin tampak berkurang; atau muncul resistensi terhadap insulin pada sel-sel tubuh, kadar gula (glukosa) darah akan meningkat drastis. Inilah yang memicu dan menjadi penyebab penyakit diabetes (diabetes melitus).

Diabetes tipe 2 biasanya terjadi pada orang-orang yang memiliki berat badan berlebih dan kurang gerak fisik. Pola hidup yang tidak aktif banyak memicu terjadinya penyakit ini. Itulah sebabnya diabetes tipe 2 sejak dahulu biasa ditemukan pada orang-orang dewasa. That’s it. Saya termasuk yang kurang gerak fisiknya. Saya terbiasa melakukan aktifitas di muka layar laptop hingga pk 3 malam. Aktifitas fisik yang massive nyaris tak pernah. Jadilah tabungan kebiasaan tak sehat mengantarkan ke kamar di RS. General check up dijadwalkan 6 bulan sekali. Hingga suatu hari dokter kelihatan kesal melihat hasil check up saya padahal semua indikator dalam rentang normal.

“Mbak, sekilas semua kelihatan normal tapi satu angka HBIAC ini menunjukkan sebuah fakta yang lain. Dokter lain mungkin tidak berani mengatakannya. Tapi demi kebaikanmu, saya akan mengatakannya, “ jawabannya membuat saya berdebar ketakutan. Apa penyakit saya bertambah lagi?

“Umumnya seminggu bahkan dua minggu sebelum kontrol rutin seperti ini, pasien akan memperbaiki perilaku kesehatannya bahkan kalau perlu menambah dosis obatnya supaya hasil labnya bagus. Hasil ini jelas menunjukan bahwa kondisi bagus anda tuh tidak dicapai dalam jeda waktu yang lama. Parameter HbAIC ini yang membuktikan. Rentang normalnya antara 5 – 7 sementara milik anda, mbaaak 8.” Demikian dr internist itu menjelaskan panjang lebar.

Penjelasan yang bikin “sakitnya tuh di sini” karena buat apa saya merekayasa kesehatan saya sendiri. Saya tidak perlu mempertanggungjawabkan hasil lab saya ke siapapun kecuali ke diri sendiri. Tapi saya berpikir keras dan mencoba mencari jawaban atas penjelasan dokter Haris. Akhirnya teringat aktivitas bersama suami selama sekitar 10 hari sebelumnya di Jogjakarta.

“Dook, saya mana mungkin merekayasa seperti itu. Kan saya berkepentingan pada kesehatan sendiri. Saya ingat waktu mudik ke Jogja tuh tiap hari travelling bareng suami dengan jalan kaki. Kami menginap di hotel dekat stasiun Tugu dan sarapan pagi selalu ke pasar Beringharjo. Jalan kaki ke sana tuh nyaris satu kilometer sendiri. Sarapan pagi favorite kami pecel Beringharjo. “ demikian saya menjelaskan dengan bersemangat dan menceritakan tentang pecel Jogja dan liburan kami di Jogja.

solopos

Sumber: Solopos

“Pecel Jogja tuh beda dengan gado-gado Jakarta,dok. Kalau gado-gado Jakarta kebanyakan terdiri dari sayuran yang direbus cukup lama maka sayuran di pecel Jogja sepertinya direbus sebentar jadi terasa masih crunchy. Sayurannyapun lebih beraneka ragam dan berwarna. Ada wortel dan warna oranyenya jelas sangat menggoda. Ada bunga papaya yang putih cantik tetapi rasanya pahit. Belum lagi ada daun kenikir, kecipir dan daun singkong. Tatanannya menggunung benar-benar mengundang selera Saya ingat selama di sana kami tidak pernah ngemil. Makan lebih sering dua kali dalam sehari daripada tiga kali sehari,” lanjut saya.

Dokter menyimak penjelasan saya dan akhirnya menyimpulkan, “Nah mbak dah membuktikan sendiri. Perbanyak konsumsi serat seperti dalam sayuran itu. Juga perbanyak bergerak, tak perlu ke gym segala. Buktinya dengan jalan kaki juga sudah banyak kemajuan kan? Sekarang mau saya kasih tahu kuncinya untuk menurunkan kadar gula darahnya?”

“Gimana dokter?,”  saya turut bersemangat.

“Satu jam setelah makan, entah saat makan pagi – siang – atau malam langsung jalan kaki cukup 30 sampai 50 menit,” beliau menjelaskan.

Demikianlah saya mulai disiplin menjalankan sarannya. Sampai dokter mengatakan, “Seandainya semua pasien saya menjaga kesehatan seperti mbak.”

Namun ketika kami pindah ke Jawa Timur mulailah ritme makan berantakan lagi. Hingga akhirnya berat badan naik lagi dan pastinya kadar gula darah tidak stabil. Seorang diabetesi memang harus berjuang sepanjang hidupnya dalam menjaga kesehatannya.

Gula darah yang tinggi merupakan persoalan serius yang dapat menimbulkan beragam problem kesehatan. Di samping itu diabetes juga membawa berbagai persoalan kesehatan yang bisa melahirkan komplikasi diabetes yang bisa terjadi :

  1. Masalah saraf (neuropati), menyebabkan rasa seperti ditusuk-tusuk pada ujung kaki dan tangan,
  2. Penyakit ginjal (nefropati) yang pada tahap akhir bisa menyebabkan gagal ginjal,
  3. Penyakit kardiovaskular yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke,
  4. Masalah pada mata yang dapat menyebabkan retinopsti (glaukoma) dan katarak premature,
  5. Luka di bagian kaki hingga menyebabkan gangren
  6.  Penuaan dini.

Siapa yang tidak takut mendapatkan “ancaman” akan sederet penyakit mematikan itu.

Anehnya biarpun penderita penyakit diabetes makin meningkat dari tahun ke tahun tapi kesadaran untuk memeriksakan diri ataupun menjaga asupan makan (hanya 20% mengkonsumsi makanan sehat) dan meningkatkan aktifitas fisik masih sangat kurang. Sehingga RSCM menengarai bahwa pasien-pasien yang datang berobat, ada 9.2% yang ternyata menderita diabetes dimana 33.9% dari jumlah itu diperlakukan dengan ukus kaki diabetik dan gangren. Padahal Diabetes dan 2 penyakit mematikan lainnya yakni jantung dan penyakit pernapasan dapat dicegah. Makanya Sun Life konsisten dalam gerakan mencegah Diabetes di Indonesia dan sebenarnya juga di dunia.

okezone.jpg

Sumber: Okezone

Selain dengan membangun awareness melalui gerakan Jakarta Diabetes Walk November 2015 lalu. Sun Life bekerjasama dengan RSCM membuat Poliklinik (uji joba) Edukasi Dianetes Melitus Terpadu  dengan harapan ini akan membangun kesadaran pada masyarakat bahwa mencegah lebih baik dari mengobati. Poliklinik ini dilengkapi dengan ruang diskusi berkelompok, ruang konsultasi gizi, fasilitas perawatan pasien dan ruang konsultasi DM.

“Kami menyambut siapapun untuk mengunjungi Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu untuk mengetahui informasi seputar DM secara mendalam,” ujar Elin Waty, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia.

 

Henry Setiawan – Sarjana Tehnik Robotik yang Memilih Jadi Petani


Indonesia menghadapi ancaman kehilangan petani akibat kurangnya minat generasi muda untuk mengembangkan sektor pertanian, hal ini dinyatakan oleh petinggi dari Kementerian Pertanian ( Kompas, 10 Agustus 2016 ). Tak bisa dipungkiri kerja keras sementara pay off yang kurang menantang membuat generasi muda lebih memilih jadi buruh pabrik. Selain ancaman kekurangan tenaga, petani juga menghadapi masalah dengan membanjirnya produk pertanian impor. Bayangkan untuk garam saja Pemerintah harus mengimpor  1.04 juta ton garam senilai  US$  46.6 juta. Untuk kedelai yang merupakan bahan baku tempe dan tahu US$ 719.8 juta. US$ 97.8 juta untuk beras. Belum lagi impor biji gandum berikut mesinnya, gula pasir dan gula tebu dan masih banyak lagi. Dunia pertanian di mata warga Indonesia sungguh tidak menantang padahal jika dilihat angka impor yang begitu tinggi sebenarnya hal tersebut menandakan betapa prospektifnya dunia pertanian.

Petani juga sangat membutuhkan modal dan seharusnya Pemerintah terutama Pemerintah Daerah bisa memfasilitasi hal ini sebab ada anggaran pembangunan dan belanja daerah yang masih mengendap (belum dipergunakan) ada sebesar Rp. 238,8 trilyun.

Sungguh sangat disayangkan padahal bagi saya pribadi menjadi petani adalah impian lama yang bahkan telah dituliskan dalam profile di blog pribadi sejak 2010 lalu. Kenyataannya, saya adalah profesional di bidang keuangan yang mukim di Jakarta. Mimpi yang jauh panggang dari api ini menemukan jalan ketika menerima pinangan seorang lelaki yang mukim di Jawa Timur. Yang tempat tinggalnya masih nempel dengan sawah berhektar-hektar. Sayapun merapat ke  Kompasianer dan Fesbuker yang mukim di Jawa Timur.  Kabar baik segera datang saat  Agung Triatmoko yang memperkenalkan saya dengan Henry Setiawan ketika saya mencari mentor yang mumpuni soal budidaya cabe. Kami bertiga sempat chat panjang-lebar soal budi daya cabe melalui Facebook. Henry Setiawan (selanjutnya disebut Henry) tidak segan-segan membagikan ilmu bertanam cabe dan ini malah membuat saya ingin berjumpa langsung dengannya.

Henry6

Sosok Henry Setiawan adalah sosok penggiat pertanian di wilayah Ponorogo khususnya di desa Karanglo Lor, kecamatan Sukorejo. Dia bersama komunitasnya menjadi inspirasi bagi para petani di daerahnya karena melakukan inovasi pertanian yang bisa dijadikan inovasi daerah tapi juga menjadi tempat saya banyak belajar mengenai pertanian.

Jadilah hari itu saya dan suami meluncur dari rumah kami di Gresik menuju Ponorogo. Perjalanan memakan waktu lebih dari empat jam dan begitu memasuki kota Ponorogo, kami kehilangan orientasi hingga saya segera menelpon Henry yang terkejut mengetahui saya telah tiba di kotanya, “Serius mbak, sampeyan benar-benar mau belajar bertanam cabe.” Lah serius dong mas, buat apa jalan jauh-jauh kemari, demikian saya jawab. Diapun bergegas menjemput kami dan mengajak ke rumahnya sebelum kami meninjau lapangan.

Rumahnya menyatu dengan warnet berisi 12 PC (personal computer) yang ramai dikunjungi anak-anak serta remaja putri yang diantar bahkan ditunggui ayah mereka. “Sebenarnya penghasilan warnet ini hanya cukup untuk menutup biaya operasional warnet saja tapi orangtua saya dan orangtua pelanggan keberatan kalau saya tutup. Soalnya warnet ini sudah saya protect dari situs-situs porno dan jam operasionalnyapun dibatasi hingga pukul 9 malam. Jadi para orangtua pelanggan merasa aman jika anaknya mengakses internet dari tempat ini,” demikian penjelasan Henry.

Kami duduk-duduk di amben depan warnet ditemani angin nan semilir sembari menikmati kopi hangat yang disajikan isterinya. Henry sedikit menceritakan latar belakang hidupnya yang sebenarnya sudah diceritakan juga oleh mas Agung Triatmoko. Henry Setiawan adalah Sarjana Tehnik Robotik dari suatu Universitas di Malang. Cukup sulit bagi Henry untuk mencari pekerjaan di Indonesia sesuai bidang pendidikannya. Hingga akhirnya dia terdampar di suatu perusahaan industri di Korea. Tidak butuh waktu lama bagi Henry untuk mencapai posisi orang kedua setelah owner dari perusahaan tersebut. Dan ini ternyata membuat iri teman-temannya yang warga asli Korea. Dilain pihak, owner meminta komitmen jangka panjang Henry hingga  menawarkan rumah besar, mobil mewah dan bahkan seorang isteri – wanita Korea. Henry bisa memastikan bahwa hal ini akan meningkat rasa iri teman-teman Koreanya. Maka akhirnya Henry memutuskan untuk pulang ke kampung asalnya, Ponorogo.

Awalnya Henry memutuskan untuk menjalankan bisnis memasok komputer dan jaringannya ke kantor-kantor swasta dan Pemerintahan. Lagi-lagi Henry harus berhadapan dengan suasana sikut-menyikut dan kali ini lebih keras. Maka akhirnya Henry memutuskan untuk berhenti dari bisnis itu dan menjadi Petani.

Suatu profesi yang dekat dengan alam dan minus rasa persaingan tak sehat, “Sesama petani adalah saudara mbak. Sungguh saya merasa damai ketika pagi dan sore berada di sawah. Akhrinya saya merasa tertantang untuk mengembangkan pertanian yang ramah dengan lingkungan tapi bisa mensejahterakan petani.”

Henry

 

Saya tertarik dengan kata-katanya dan menyimak lebih jauh ajakannya ke lapangan, “Mbak, kita langsung lihat lahan yang gagal panen dulu ya. Biar dikasih lihat yang pahit-pahit dulu biar sampeyan dari awal menyimak proses dengan baik.”

Demikianlah dalam waktu singkat kami segera sampai ke hamparan sawah nan luas dengan berbagai jenis tanaman. Menyusuri tegalan, akhirnya sampailah di lokasi tanaman cabe seluas 1000m2 yang sudah tinggi tapi meranggas kering. Sebelumnya Henry menjelaskan bahwa awalnya tanah tidak mengandung cacing saking tebalnya kandungan pestisida. Padahal kehadiran cacing diperlukan demi kebaikan tanah itu sendiri. Maka sebelum ditanami, Henry mengolah dan menyehatkan tanah itu.

Henry3

“Tanaman cabenya mati total. Ini mini lab kami – semacam tempat eksperimen. Selama ini kan memang rumusan dalam menanam cabe tidak boleh memakai air sungai. Nah kita mencoba melawa rumusan itu. Sebelumnya kita melakukan test laboratorium akan kandungan air sungai dan menemukan virus di air sungai yang mematikan tanaman cabe.  Prinsipnya adalah  mengadu bakteri milik kita dengan virus tersebut. Hasilnya ya begini.”

Waduh sayang ya mas, saya sedikit menyesal.

Henry7

“Ya harus dicoba. Kalau enggak gini kan kita gak tau sampai segimana batasnya. Berarti formula kita masih salah.” Henry menunjukan lahan lain yang ditanami aneka palawija subur. Setelah itu Henry mengajak kami kembali ke rumah dan menunjukan sebuah botol berisi formula pengoptimalan kerja dari phosphat dalam pengambilan air dari tanah. Ini merupakan suatu percobaan lain dengan tujuan agar nantinya tanaman bisa hidup tanpa pengairan saat musim kemarau. Henry Setiawan banyak berkonsultasi dengan seorang professor di IPB.

Henry4

Henry5

Pulang dibekali Pupuk Alam

Kamipun pulang kembali ke Gresik dan mulai mewujudkan mimpi bertanam cabe. Kami masih saling berhubungan terutama melalui Facebook. Hingga suatu hari saya mengupload link tulisan saya di suatu microsite harian Bisnis. Artikel tersebut berisi keprihatinan akan kondisi tanah yang gersang karena kemarau panjang serta polusi akibat sangat bersinggungan dengan pabrik-pabrik. Begitu gersangnya hingga petani gagal panen dan sampai mengais tempat sampah saya serta mengambil bungkusan nasi basi tiga hari. Henry langsung menawarkan formula percobaannya yang bisa menyuburkan tanah pertanian kembali.

“Tapi ini rahasia ya. Yang boleh meracik ya sampeyan kalau enggak ya petani bersangkutan. Jangan sampai tersebar ke orang lain karena jika dikomersiilkan bisa laku Rp. 55.9 ribu/ liter, “ demikian dia mewanti-wanti.

Demikianlah saya sempat mencoba formula tersebut bersama petani yang mau. Tidak banyak yang mau karena saat itu banyak industri berminat membeli sawah untuk membuka pabrik di Gresik.

Henry Setiawan dan komunitasnya yang tidak saja terdiri dari para petani tradisional juga ada petani yang berasal dari dokter, ahli kimia bahkan dukun mendedikasi tenaga, pikiran bahkan dana untuk memajukan pertanian. Saya cermati mereka memiliki benang merah  dalam mendasari kegiatannya yakni bersahabat dengan alam, kembali ke tradisi tapi tetap modern dalam bertindak serta berupaya menekan biaya dan mendapatkan hasil optimal.

Dia sangat prihatin dengan fenomena boomingnya organik dan dibawa para makelar pertanian ke desa. Mereka minta petani bikin jahe organik di polibag, konon hasilnya bisa 20-25 kg. Ternyata setelah dipraktekan hanya menghasilkan 0.5 kg jahe saja. Ini bisa terjadi karena para petani sendiri tidak paham masalah mikroba. Padahal tanaman selalu membutuhkan enzym hasil pencernaan mikroba. Adalah penting petani memahami fungsi mikroba, pupuk organik maupun pupuk kimiawi.  Petani bingung dengan banyaknya merek dan variasi harga pupuk kimiawi di pasaran. Merek A harga Rp. 70 ribu, merek B harga Rp. 90 ribu. Padahal ada merek C dengan kandungan urea dan ponska cuma Rp. 9 ribu.

Demikian juga dalam mengatasi jamur pada tanaman. Dengan mengembalikan rumusan asam melawan basa, kita bisa mematikan jamur dengan memakai asam bikarbonat karena asam bikarbonat  akan menjadi jamur pantogen yang memakan jamur-jamur yang merugikan tanaman. Dan tau engga sih mbak yang namanya asama bikarbonat itu adalah soda kue. Harganya Rp. 3 ribu saja.

Kita juga harus mengatasi kendala makin jarangnya tenaga yang mau berkutat di bidang pertanian. Makanya kita mengoptimalkan mesin-mesin pertanian. Contohnya dengan membuat mesin tabela, mesin membersihkan rumput/ Semuanya demi efisiensi kerja.

Hal krusial lainnya adalah output dalam hal ini uang hasil penjualan. Ketika petani sibuk berkutat dengan pupuk, berupaya agar daun padi bagus. Pedagang (tengkulak) padi hanya butuh berat padi. Maka Henry dan teman-teman fokus juga ke pasca panen.  Padi dijadikan beras, dikemas dan diberi label beras sehat non pestisida kimia. Sewaktu petani menjual padi hanya mendapat Rp.4.5 juta hingga Rp. 5.5 juta tapi kalau beras dikemas rapih, petani mendapat Rp. 11 juta.  Dengan barang yang sama, hasil berbeda jauh mbak.

Demikianlah Henry berkutat mengeksplorasi upaya-upaya agar pertanian dan alam selaras menghasilkan harmoni indah bagi petani. Di awal saya bertani mbak, ada seorang petugas penyuluh pertanian nasional yang menasehati hal ini. Cintailah alam, bergaulah dengannya, sapa dan ajak omong mereka. Mintalah agar bersahabat denganmu. Henry melakukannya, tiap kali ke sawah selain melakukan aktivitas rutin bertani. Dia juga mengajak berbicara tanamannya. Dia menyapa para hama dan meminta agar mereka berwelas asih kepadanya. “Bener aja mbak, waktu ada hama yang menghajar pertanian Ponorogo. Saya masih disisakan yang mencukupi untuk makan sekeluarga.” katanya.

Henry2

Sawah Impian Saya…..Kata mas Henry sih mahal nih pembuatannya

Beneran mas? Saya jadi takjub.

Kita ini lucu ya mbak, sok-sok modern membunuh hama pakai pestisida. Padahal nenek moyang kita punya tradisi yang beda. Jaman mbah kita dulu, umur padi sekitar 5-6 bulan dan hanya menggunakan pupuk kandang. Saat umur 35 hari diberi sesajen tiap pojok dan aman dari serangan apapun. Pengendalian hama hanya dengan selamatan dan semua sukses. Beda dengan padi hybrida sekarang. Makanya kita juga meneliti memakai sarana laboratorium untuk melihat kandungan mikroba dan pestisida nabati alami pada sesajen itu.

Sayapun bangga mendengarnya. Jika ada petani dan komunitas seperti itu. Pasti pertanian untuk Indonesia bisa semakin maju.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahkuhttps://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Bakso di Malang Memang Top Markotop


Pesawat Citilink yang saya tumpangi dari Jakarta mendarat mulus di bandara Juanda. Saya membeli tiket pesawat langsung melalui websitenya.Sementara itu keluarga sudah menanti di luar area kedatangan bandara.

Dua minggu lalu sebuah urusan  membuat saya kembali ke Jakarta. makanya pas kembali ke Jawa Timur langsung ingin melanjutkan dengan jelajah Jawa Timur, kali ini ke Malang. Sudah 3 tahun ini kami  tinggal di  Gresik setelah hijrah dari Jakarta yang sudah bertahun kami tinggali. Begitu mukim di Gresik, kami sekeluarga seperti terjangkit penyakit excitement dan tidak pernah melewatkan waktu 2 hari libur kerja  ayah dalam seminggu untuk menjelajah kota-kota di Jawa Timur.

Perjalanan dari satu kota ke kota lain di Jawa Timur membuat saya menemukan fakta menarik bahwa biarpun banyak kuliner khas  tapi bakso selalu hadir di tiap kota. Dan tidak seperti di Jakarta yang baksonya bisa jadi penuh campuran terigu dan tapioka. Bakso di Jawa Timur berasa banget dagingnya…gurih dan yummy. Bukan saja karena campuran baksonya yang top markotop tapi kuahnya juga ngaldu banget penuh dengan tulang bersumsum dan daging tetelan. Bahkan di pelosok kampung nan sepipun, baksonya memiliki kualitas yang syedaap.

Bakso 1

Nah jadwal kunjungan ke Malangpun bukan hanya menikmati aneka tempat wisata serta sejuknya kota Malang Tapi sudah dijadwalkan untuk berburu kuliner baksa.

Kepiawaian olah rasa para juru masak bakso di Malang membuatnya  sukses merambah kota-kota besar Indonesia. Outlet restaurant Bakso Kota Cak Man yang asli Malang ini bertebaran di Jakarta. Sementara Bakso Malang Karapitan yang outletnya juga bertaburan di Jakarta biarpun dimiliki warga  Bandung – tetap dengan cita rasa Malang yang kental. Tidak hanya kelas restaurant, gerobak-gerobak menjajakan Bakwan Malang banyak mewarnai jajanan kaki lima di beragam kota termasuk Jakarta. Bakso atau Bakwan nih? Saya semula juga sedikit bingung kenapa ada dua istilah ini padahal barangnya sama. Ternyata berawal dari pengertian Bakso itu bahan utamanya daging babi maka menyesuaikan dengan ketentuan agama Islam, daging babi diganti daging sapi dan terlahirlah nama Bakwan Malang. Namun di Malang sendiri, saya lihat penggunaan nama Bakso lebih dominan dan umumnya memakai daging sapi. Beberapa tayangan wisata kuliner pada waktu yang nyaris sama mengunjungi Malang dan bakso President selalu menjadi tempat yang dikunjungi dan mendapat pujian. Bakso President sendiri berawal dari tahun 1977 saat Abah Sugito menjual bakso dengan gerobak keliling. Setelah berkembang menjadi resto bakso, nama Bakso President tetap dipertahankan dan makin berkibar hingga saat ini. Konon Bakso President merupakan satu-satunya resto bakso yang masuk dalam Google Map, Indonesia Travel.

Bakso2

Kami tidak mampir ke bakso President karena kami bukan penikmat kuliner mainstream #halah. Kali ini kami mengunjungi bakso di muka SMP 9 Malang. Tempatnya bersih dan cukup luas biarpun hanya berupa warung tenda. Sistim pelayanannyapun unik karena memakai sistim self service.Tiap pembeli bebas memilih dan mengisi mangkuknya sendiri. Saat itu warung lengang karena jam pelajaran sekolah sedang berjalan. Saya jadi membayang bagaimana suasana warung bakso saat waktu istirahat belajar tiba, apakah para pelajar itu akan berebutan dan bagaimana juga dengan sistim pembayaran ala pengakuan dosa, apakah efektif berjalan di sana?

bakso5

Cuaca yang panas waktu itu membuat saya tidak tertarik untuk menyantap makanan berkuah panas. Ayah mengisi mangkuk baksonya dan dengan semangat menyantapnya tidak perduli keringat menetes.

bakso6
Dia kemudian menyarankan saya untuk mencoba Bakso Bakar. Ternyata di balik tenda warung bakso itu ada kegiatan membakar bakso yang menarik. Bakso telah rapi tersusun dalam tusukan panjang, satu tusuk muat nyaris 20 bakso. Kita tinggal memesan berapa jumlah bakso yang ingin kita santap. Usai dibakar sembari diolesi bumbu kecap, bakso dilepas dari tusukannya dan disusun dalam mangkok serta ditaburi bawang goreng. Rasanya tidak kalah maknyus dengan bakso resto.

Jika menghitung bahwa Ayah sudah lulus SMP sekitar25 tahun silam maka berarti warung ini juga sudah lama berdiri. Apalagi menurut ayah sudah sering jajan bakso ini sejak masih kecil dan belum masuk SMP 9 tersebut. Ayah berbincang akrab dengan pemilik warung yang ternyata sudah mencapai generasi ketiga ( cucu ). Keluarga besar mereka memiliki beberapa warung bakso lain di lokasi berbeda.

Berani jujur, ternyata tetap untung.